Rabu, 16 Maret 2011

Beda Persepsi Kok Lama Bener Ya?


Telepon intern ruanganku berbunyi, ternyata si Bos manggil aku untuk ke ruangannya. Seperti biasa si Bos rajin memberi “kuliah” pagi baik padaku maupun pada teman-temanku. Nah, diantara paparan kuliah pagi itu, beliau mengajakku untuk menghadiri sebuah meeting di salah satu kantor client kami di Kawasan Cawang siang harinya.

Meeting siang hari itu, membahasa bahwa kami akan diberikan sebuah proyek “persahabatan”. Perusahaan kami adalah sebuah perusahaan jasa yang bergerak dibidang logistik. Proyek “persahabatan” yang dimaksud adalah pekerjaan customs clearance dan local transport untuk salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Wilayah Sulawesi. Nah, kenapa disebut “persahabatan” karena harga dan kontrak kerjanya diatur oleh pihak tertentu atas kebijaksaan perusahaan tersebut.

Setelah beberapa meeting van rapat kami lalu hingga akhirnya didapat kata sepakat, maka dibuatlah sebuah kontrak atau yang kami sebut Surat Perjanjian Kerjasama antara kontraktor dengan perusahaan kami. Atas dasar kebijakan yang sudah disepakati bersama maka untuk sea freight atau ongkos angkut kapal yang seharusnya dibuat kontrak tersendiri digabung menjadi satu dengan pekerjaan customs clearance dan local transpot hingga SPK tersebut ditandatangani diatas meterei oleh kedua belah pihak.

Singkat cerita, beberapa bulan kemudian cargo sudah finishing dan siap dikirim. Setelah mengalamai beberapa penundaan baik karena libur nasional, kondisi alam atau pengaruh cuaca akhirnya cargo dimuat ke kapal dan berlayarlah kapal tersebut menuju pelabuhan tujuan. Saat kapal meninggalkan pelabuhan asal barulah semua “melek” kontrak (soalnya berkaitan dengan pembayaran niy :-P). Saat saya cek file saya ternyata kami belum memiliki berkas kontrak tersebut, setelah saya telusuri ternyata disposisi terakhir kontrak ada di kontraktor untuk dibubuhi tanda tangan dan stempel.

Dengan penuh keyakinan saya sampaikan mengenai disposisi kontrak kepada kontraktor dan ternyata mereka juga tidak mengetahui dimana keberadaan fisik kontrak tersebut eh malah saya dikirimkan softcopynya via email. Ketika saya tanya dimana keberadaan hardcopynya mereka malah saling lempar. Sempat hampir hopeles dengan keberadaan kontrak tersebut dan sudah sempat minta diprint ulang untuk kemudian ditandatangan ulang, hingga suatu pagi saya mendapat sms dari seorang staf kolega kontraktor tersebut bahwa kontrak yang dimaksud ada di meja kawannya. Saya tersenyum simpul sambil bernafas lega dan mengucap Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga dan tanpa ba bi bu saya suruh kurir kantor untuk segera mengambil kontrak tersebut sebelum hilang tanpa jejak.

Masalah keberadaan dokumen kontrak jelas, menyusul masalah selanjutnya adalah pembayaran. Yang buat saya tidak habis pikir adalah kesepakatan sebelum kontrak tersebut final , karena kurang dari beberapa hari kedatangan kapal di pelabuhan tujuan, pihak pelayaran menagihkan sea freight kepada kami. Jelas sea freight bukan tanggung jawab kami sebagai forwarding dan diluar scope pekerjaan kami. Jika kontraknya digabung, kami beranggapan bahwa itu hanya numpang kontrak, tapi beda dengan maksud dari klien kami karena mereka minta kami untuk menalangi dulu untuk selanjutnya ditagihkan kepada mereka dan pembayaran akan ditagihkan 30 (tiga puluh) hari setelah final invoice diterima. Tau berapa nominal sea freight yang ditagihkan? USD. 305.900,00 sementara berdasarkan history pembayaran klien kami yang satu ini tidak solid, 30 (tiga puluh) hari diatas kerta bisa melar jadi 30 (tiga puluh) hari plus plus. Tentu saja kami tidak mau membantu untuk pre-financial untuk nominal sebesar itu karena pasti akan menganggu likuiditas keuangan perusahaan kami, apalagi beberapa tagihan kami yang sudah sebulan lebih “nginap” disana hingga hari ini belum dibayarkan.

Pada sebuah kesempatan rapat, saya utarakan mengenai hal tersebut juga outstanding kami yang belum terbayarkan lengkap dengan dokumen-dokumen pendukung saya sodorkan dan... “duarrrr” meledaklah amarah pak project manager, sementara pak head procurement sibuk menjelaskan dan dipanggillah orang keuangan, lalu apa yang terjadi? Tak terbayangkan bakal terjadi perang argumentasi dengan oktaf paling tinggi sehingga saya, seorang rekan saya dan dua orang partner kami dari pihak pelayaran kaget dan risih menyaksikan “perdebatan” sengit secara langsung tersebut.

Waktu menunjukan pukul 18.00 WIB kurang 05 menit, mungkin energi bapak-bapak tersebut sudah mulai “menyusut” hingga reda dan berakhir juga dengan beberapa “PR”. Terima kasih Tuhan....

Dalam perjalanan pulang babeh bos telepon saya mempertanyakan hasil meeting tersebut dan dengan detail jelaskan bagaimana diskusi-diskusi yang kami bahas. Keesokan hari sebelum tiba di kantor si babeh bos telepon lagi untuk mengulas hal yang sama dan ketika beliau tiba dikantor, saya langsung buat appointment dengan sekretarisnya minta waktu untuk menghadap bersama rekan saya. Ternyata salah satu staf dari klien kami tersebut telepon beliau dan menyampaikan mengenai pembayaran sea freight sebesar USD. 305.900,00 maka hot topic kali ini adalah wanti-wanti agar saya bisa bertahan bahwa pembayaran sea freight bukanlah tanggung jawab forwarding, kalau shipment-shipment sebelumnya kami membayarkan terlebih dahulu itu karena hanya membantu saja selain nilainya juga tidak terlalu besar. Si babeh bos bingung bagaimana menanggapi hal ini, dan hati kecil sayapun bertanya...kenapa jadi saya yang harus ketumpuan ya? Sementara gak kebayang demmurage kapal sebesar USD. 15.000,00/hari berhubung mereka itu charter kapal laut dengan kapasitas 9.000 ton.

Setelah berbagai email, sms dan telepon mengenai issue tersebut akhirnya saya mendapat kabar yang dapat melegakan yaitu sea freight tersebut akan dibayarkan oleh partner client kami yang dalam project ini berperan sebagai “financial company” dan kontrak akan diubah dimana sea freight akan dipisahkan dari pekerjaan customs clearance dan local transport.

Such several hard days for me... berangkat dari niat baik, saya hanya coba jalani yang terbaik yang bisa saya lalukan tanpa ada keinginan untuk merugikan pihak manapun. Terima kasih Tuhan untuk jalan keluar terbaik yang KAU berikan, hingga tulisan saya kali ini ditutup dengan ucapan ALHAMDULILLAHIROBBIL ‘ALAMIN... segala puji hanya bagi ALLAH...

.: SiBart @160311

Selasa, 15 Maret 2011

Senang, Bingung Juga Sedih


...seperti hari-hari lainnya, aku selalu merindukannya walau kadang terbersit tanya apakah dirinya merindukanku juga seperti aku merindukan dirinya? Tuhan hanya KAU yang tahu...




Sejak komunikasi malam minggu yang lalu kita belum komunikasi lagi, sama sekali.. gak sms, gak saling telpon, gak email juga gak chatting. Dalam lubuk hatiku berpikir mungkin beberapa hari sama sekali tanpa komunikasi akan buat kami semakin rindu sehingga saat berkomunikasi kembali kami bisa saling lepas rindu.

Setelah beberapa hari tak contact dirinya dan begitupun sebaliknya, malam ini dirinya telpon diriku. Kami saling berbagi cerita dan bertanya rencana beberapa hari kedepan. Awalnya obrolan kami berjalan dengan begitu hangatnya walau kadang suaranya suka menjauh dan hilang tapi aku berusaha untuk tetap menjaga kehangatan kami berusaha untuk jujur bahwa aku tidak jelas mendengar suaranya dan minta diulangi atau bertanya mengenai hal yang sedang dibahas, dirinya pun mengulang dan menjawab pertanyaanku dengan berat hati.

Mungkin lelah, emosi atau apalah, makin sering suaranya menjauh dan hilang, main sering aku gak nyambung hingga dirinya mulai mempertanyakan apakah aku masih mau mendengarkan ceritanya, hingga pertanyaan-pertanyaan lain sampai akhirnya dirinya mengungkapkan beberapa kalimat seputar prasangka buruk tentangku. Dirinya berpikir bahwa aku enggan mendengarkan ceritanya, dikira aku sengaja tidak mendengar suaranya, dianggapnya aku tidak fair karena merasa dirinya sudah memberi atensi pada ceritaku sementara aku tidak memberi atensi pada ceritanya, aku dituduh untuk hal-hal yang sama sekali tak terpenah terpikirkan untuk aku lakukan terhadapnya, dll, dll.

Aku tak bisa kontrol emosiku. Aku begitu terperangah, kaget dan shock mendengarnya.. apalagi ketika pembicaraan menjadi panjang lebar keluar dari konteks pembahasan. Jujur aku tidak terima, aku terluka, aku tak kuasa menahan diri.. hanya bisa mendengar dan menjawab dengan suara lirih bahkan terdengar tak jelas. Berulang kali kucoba untuk menjelaskan dengan harapan bisa menetralkan suasana tapi nihil yang kudapat. Sekuat tenaga aku kontrol emosi hanya untuk mengatakan “lebih baik kita sudahi pembicaraan malam ini karena sudah tidak enak lagi” dirinya pun menyetujuinya dan memohon maaf jika sudah menganggu diriku, ingin rasanya menjawab walau hanya dengan satu kata yang terdengar jelas tapi lagi-lagi aku hanya bisa menjawab dengan “EHM” bahkan ucapan selamat malam darinya pun tak mampu lagi untuk ku jawab. Maafkan aku, bukan aku bermaksud tak mau menjawabnya tapi bibirku sudah mampu lagi berkata bagaikan terkunci.

Aku tak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi, kenapa hal ini bisa terjadi. Aku hanya berusaha untuk jujur dan berusaha semampunya untuk menyimak tanpa kehilang satu katapun, sama sekali gak bermaksud untuk tidak menghargai ceritanya apalagi tidak mau mendengarkannya. Berbagai macam pikiran mengapa bisa terjadi dan bagaimana solusinya berkecamuk dalam otak yang bersemayam dikepalaku ini.
Harapanku untuk bisa lepas rindu dengan dirinya sirna sudah. Redupnya malam tanpa bintang mungkin seredup hatiku saat ini. Karena aku belum sempat menjawab kalimat terakhirnya tadi, maka tulisan ini akan aku akhiri dengan ucapan “selamat malam juga, lelaplah tidur dan mimpilah indah” untuk dirinya..

plus berbaris doa...

Tuhan.. dalam hati sendu hamba kembali menghadap-MU dengan dosa-dosa yang telah hamba perbuat baik yang disengaja maupun yang tidak maka ampunilah dosa-dosa hamba

Tuhan.. terima kasih atas segala limpahan rahmat dan berkah yang telah hamba terima hingga saat ini, jadikanlah hamba umat-MU yang selalu pandai untuk bersyukur

Tuhan.. aku yakin KAU tahu apa yang telah terjadi pada malam ini, juga betapa kecewa dan sakitnya aku maka aku mohon berilah aku kekuatan untuk menghadapinya juga jalan keluar yang terbaik atas ketidaknyaman yang telah terjadi

Tuhan.. tolong tunjukanlah yang hak dan yang batil

Tuhan.. dengan cara-MU yang indah mohon sampaikanlah padanya betapa aku menyayanginya bukan hanya dengan hatiku tapi dengan segenap hati-MU yang tak terbatas. Beritahu dirinya bahwa aku gak pernah punya pikiran seperti itu apalagi memang berniat untuk melakukannya. Katakan padanya bahwa aku akan selalu berusaha untuk mendukung dirinya

Tuhan.. terima kasih sudah mendengar sekaligus menjawab doa, kesah dan harapanku. KAU lah sumber kekuatan dan pengharapan bagi diriku

Sekali lagi, terima kasih TUHAN



.: SiBart @150311

Kamis, 18 Maret 2010

Namanya Vovo.....


Sejak babeh bos nyuruh saya cari laptop baru karena laptop yang biasa saya gunakan dipakai teman saya, maka bersama seorang teman kantor namanya Libong yang kebetulan juga adik kelas saya jaman sekolah menengah atas dulu kami hunting bersama ke Ratu Plaza dengan alasan dekat dengan kantor, kebetulan Libong juga mau hunting printer laserjet. Seperti bisa saat hunting saya tidak langsung membeli melainkan mengumpulkan beberapa informasi dan brosur untuk saya review lebih lanjut di rumah.

Tiba di rumah saya langsung review brosur-brosur yang ada dan saya memutuskan untuk membeli laptop dengan merk yang berbeda dengan laptop yang saya pakai sebelumnya. Kali ini pilihan saya jatuh pada LENOVO Ideapad U330 dengan spec processor Intel Core 2 Duo T6600 2,4 Ghz, DDR3 2GB, 320GB, ATI Mobility Radeon HD 3450 , Optical drive DVD RW, 13.3”, Wireless LAN, Webcam dan IMHO harganya relatif murah dengan spec seperti itu, ya worth it lah...

Dengan mantap saya mengajukan kas bon ke bagian keuangan dan setelah uangnya diberikan saya pun langsung pergi ke Ratu Plaza untuk membeli LENOVO Ideapad U330, tapi sayang dari beberapa toko yang saya kunjungi sudah memiliki product tersebut hingga saya hampir putus harapan saya menemukan sebuah toko yang masih memiliki product tersebut tapi entah kenapa tiba-tiba saya ragu untuk langsung membelinya. Saya tanya kiri kanan termasuk mampir ke toko langganan saya untuk bincang-bincang dan telepon beberapa teman yang menurut saya cukup mengerti “binatang” yang satu ini dan mereka menyarankan agar saya bersabar dan menunggu pameran di bulan depan.

Tunggu punya tunggu Mega Bazzar Computer tiba, di hari pertama bersama teman istimewa yang mau sekalian hunting Multi Function Device (MFD) yaitu printer dengan beberapa fungsi seperti print, scan, copy dan fax. Kami mengunjungi hampir setiap stand yang ada dan mencermati product-product yang mereka tawarkan, lagi – lagi kami belum niat langsung membeli melainkan mencari beberapa opini.

Sesampainya di rumah saya mereview beraneka product laptop dari brosur yang memang sengaja saya bawa dan saya memilih 2 (dua) opsi dari begitu banyak opsi yang ada dengan bahan pertimbangan spec, harga dan mobilitas. Diantaranya saya tetap memilih Lenovo Ideapad U330 dan Toshiba Satelite L150-S4017B, nah kalau yang ini punya spec : intel core i3-330 processor 2.13 Ghz, 2GB DDR3 SDRAM, 320GB (SATA) HDD, DVD RW/RAM, 14.0” WXGA HD CSV TFT LED Backlight, built in wb camera, bluetooth V2.1 w/ EDR, Intel HM55.

Setelah tanya kiri kanan maksudnya tanya ke beberapa teman yang cukup mengerti tentang laptop untuk review 2 opsi diatas, saya semakin bingung karena banyaknya pendapat. Ada beberapa pendapat yang memilih toshiba karena performancenya dan ada beberapa yang memilih lenovo karena bandelnya. Dari segi performance memang sebetulnya saya lebih memilih toshiba tapi buat saya kekurangannya adalah terlalu tebal dan berat, kalau saya bawa untuk naik sepeda pasti berasa banget beratnya. Akhirnya setelah saya pikir-pikir dan disesuaikan dengan kebutuhan saya, dimana laptop ini akan sering saya ajak untuk gowes sepeda maka saya memilih lenovo dengan alasan lebih tipis, lebih kecil dan lebih ringan tentunya.

Keesokan harinya saya menelpon teman istimewa saya untuk menjelaskan perihal ini dan ternyata dia juga mau ke JHCC lagi untuk membeli printer MFD dan modem. Kami tidak berangkat bersama-sama, dia berangkat dari rumah dan saya langsung dari kantor. Dalam perjalanan saya sms dirinya, memberitahukan bahwa saya sudah dalam perjalanan dan sekaligus menanyakan mau ketemuan dimananya. Sampai JHCC , sms saya belum terbalaskan, lalu saya menel ponnya tapi tidak terjawab. Saya putuskan untuk menunggu dulu selama beberapa menit di depan loket pembelian tiket. Tunggu punya tunggu, yang ditunggu tak terlihat dan tak bisa dihubungi, akhirnya saya masuk duluan sambil coba terus menghubungi ponselnya.

Saya langsung berjalan menuju both lenovo dan waktu saya tanyakan apa yang saya cari ternyata kata petugasnya, stocknya sudah tidak ada. Saking percayanya sama petugas tersebut, saya langsung putar otak untuk mencari alternatif pengganti sambil coba hubungi teman istimewa saya itu tapi lagi-lagi tak terjawab, saya coba positif thinking bahwa mungkin karena kondisi ramai dan hingar bingar maka dirinya tak mendengar ponselnya berdering. Saya terus berkeliling dari both satu ke both yang lain hingga tak sadar ponsel saya berbunyi dan tak mendengarnya ternyata terdapat report missed call dari dirinya, saya langsung contact balik dan tak terjawab juga. Saya langsung melangkahkan kaki ke both canon dengan harapan dapat bertemu dirinya di tempat itu karena dia mau membeli MFD di tempat itu. Setibanya di sana saya tidak menemukan dirinya hingga saya mendapatkan ponsel saya berdering, aha itu dirinya dengan semangat saya menjawabnya dan menjelaskan dimana posisi saya. Tidak lama kemudian dirinya muncul dan menanyakan apakah saya sudah mendapatkan yang saya cari.

Ternyata dirinya sudah membeli semua yang mau dibeli yaitu modem broadband dan printer MFD. Setelah menitipkan MFD, kami sama-sama ke both lenovo dan pura-pura bego menanyakan lagi type Ideapad U 330 tapi kali ini dengan petugas yang berbeda dan Alhamdulillah ternyata katanya masih ada. Tanpa berpikir panjang, kami langsung menanyakan lebih detail dan melihat fisik barangnya hingga akhirnya transaksi pun terjadi. Kami minta sekalian diinstall OS, office dan lain-lain sebagai bonus, tapi petugasnya menyanggupi melakukan hal itu baru pada Hari Senin. Akhirnya teman istimewa saya menyarankan agar untuk sementara barangnya dititipkan saja untuk diambil di tokonya yang berlokasi di Ratu Plasa pada Hari Senin setelah diinstall OS, office, dan lain-lain... sayapun menyetujuinya dan kami segera beranjak pulang setelah tidak lupa mengambil MFD miliknya tentunya.

Senin sore sepulang kerja bersama seorang teman saya ke Ratu Plaza untuk mengambil laptop yang saya sudah saya beli. Setibanya di toko laptop tersebut, ternyata hampir tutup telat sedikit saja mungkin kami sudah ditinggal, untung kami masih belum terlambat dan untung juga mas petugasnya cukup berbaik hati. Akhirnya setelah dites dan dicek kelengkapannya saya pulang membawa laptop tersebut. Sampai rumah saya cek lagi semua kelengkapan dan fisik barangnya termasuk tes software-software yang sduah diinstal sekaligus membawa manual book yang ada.

Selasa pagi saya membawa laptop baru ini ke kantor dan pagi dalam perjalanan bike to work tiba-tiba saya mendapat ide untuk memberi nama laptop ini VOVO yang diambil dari 2 (dua) huruf terakhir merk laptop ini dan dimuat pengulangan seperti nama panggilan saya yang merupakan pengulangan. Setibanya di kantor ketika saya gunakan VOVO, saya langsung memperkenalkan kepada teman-teman satu ruangan saya “kenalkan penghuni baru ruangan ini, namanya VOVO” dan rata-rata mereka tersenyum bahkan tertawa sambil memberi tanggapan “ada-ada aja mba, pake acara dikasih nama segala” lalu terjadilah percakapan singkat seputar VOVO mulai dari harga, spec, tempat membeli dan lain-lain.

VOVO... merupakan sebuah nama yang lucu dan mudah diingat. Semoga kehadiran VOVO dapat mempermudah tugas saya, menambah kinerja dan produktifitas saya, meledakan kreatifitas saya, singkatnya membantu dan menyenangkan saya seperti namanya yang terdengar menyenangkan. Tak lupa saya haturkan puji dan syukur kepada-Nya untuk karunia yang satu ini, semoga tak membuat saya lalai untuk selalu beribadah kepada-Nya justru dapat meningkatkan semangat dakwah... DAKWAH BIL-QALAM untuk menyeru pada kebaikan dan mencegah yang munkar ... mungkin dakwah lewat tulisan yang merupakan satu dari sekian banyak cita-cita saya, ingin bisa menulis terutama dalam hal spiritual dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bahan referensi sekaligus sumber inspirasi bagi saya, yang sudah saya mulai sejak beberapa bulan lalu. Mudah-mudahan diusia 40 (empat puluh) tahun nanti tulisan-tulisan saya sudah dapat dibukukan, Insya Allah.....

Kamis, 11 Maret 2010

Pagi Yang Indah Untuk Jiwa Yang Cerah


Memulai Jumat pagi dengan B2W via trayek yang tidak biasa dan yang pasti lebih jauh *secara muter2* ajrut-ajrutan di trotoar (makanya untuk mjaga nama komunitas gw ngga pernah mau menggunakan bike tag ataupun atribut B2W lainnya kecuali kalau lagi campaign ya okehlah). Saking asiknya gowes cari sisa-sisa jalan agar tetap melaju diantara kemacetan lalu lintas yang sudah menjadi "sarapan pagi" Ciledug Raya dan sekitarnya sampai tak terasa pda gw jatuh. Untungnya ada polisi yang manggil - manggil "mba2 ada yang jatuh nih" terus diambilin dan dianterin... Alhamdulillah masih rejeki gw. Subhanallah, emang dasar kalau orang baek Insya Allah selalu mendapatkan yang baek-baek :)

Sampai PaUn (baca Pati Unus) sudah banyak srikandi-srikandi dan tak ketinggalan para arjuna B2W yang gw yakin sebagian besar narziz, ya beti (beda tipis) lah dengan gw he3x. Di sana banyak sua kawan-kawan lama yang long time not see dan juga banyak kenalan dengan kawan-kawan baru yang mungkin ngga akan pernah gw kenal kalau ngga join B2W...

Walau sebenarnya belum ingin berpisah dan walau acara pagi ini belum tuntas namun kami sadar kewajiban telah menunggu, hingga kami harus segera berpisah untuk berkarya *maksudnya bikin 'prakarya' di kantor he3x* maka sebagian dari kami bersayonara dan nguler bike to office sampai satu per satu memisahkan diri dari rombongan menclok ke arah kantor masing-masing.

Selain nikmat-nikmat tersebut di atas, pagi ini gw juga menerima motivasi message via sms yang cukup menggugah semangat dari seorang kawan yang juga merupakan seorang motivator ;). Tidak berhenti sampai situ, sampai di kantor ketika telah siap "bertempur" tiba-tiba ada temen yang mendekat dan memberi angpao :? Alhamdulillah... dapat rejeki tak terduga...

After all... terima kasih kepada Allah SWT atas segala limpahan nikmat yang sudah dicurahkan untuk hamba-Mu maupun atas nikmat-nikmat yang belum KAU percayakan pada hamba :), terima kasih kepada B2W yang sudah memberikan begitu banyak hal yang tak dapat disebutkan satu per satu (too much), thank you guyz for all that I couldn't describe... last but not least i also would like to say thanks to myRedHorse yand sudah setia menemani gw menjelajahi aspal, toratoar, bebatuan, tanah, air, rumput, dan kadang-kadang akar pepohonan dalam segala "cuaca" :D


/* Sedikit oase (sori lupa dpt contekan dr mana tapi ada di file gw tp memang u/ dishare kok) :

…dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tak mengerti sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur. [QS : An Nahl - 78]

Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini

Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum maka..... engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatiNya kita semua

Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' [QS:Ibrahim (14) :7 ]

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih :
"Terima kasih, Yaa Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi"

/* Sudah bersyukurkah anda hari ini???

Tanah Airmu, Tanah Airku, Tanah Air Kita



Rindu saat-saat...
Hijau spanjang mata memandang belantara Nusantara...
Birunya awan saat wajah menengadah ke langit luas...
Gemuruh ombak di samudera lepas bebas...

Aku cinta negeri khatulistiwa...
Teriring salam hormat untukmu bumi Pertiwi...
Berkibarlah sang saka merah putih mjulang tinggi di angkasa raya...


*hormat benderaaa grak!!!*

Maka Nikmat Tuhan Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?



Kawan-kawan yang berbahagia, pagi ini ketika saya memegang Al-Quran dan Terjemahannya, saya mengkaji Surat Ar-Rahman [Surah ke 55] dan menghitung ayat-ayat "fabiayyi aalaa i robbikumaa tukadziibaan" yang artinya "maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?"

Tahukah kawan ada berapa ayat yang mengulang kalimat tersebut? Mari kita hitung bersama :

1. Ayat 13
2. Ayat 16
3. Ayat 18
4. Ayat 21
5. Ayat 23
6. Ayat 25
7. Ayat 28
8. Ayat 30
9. Ayat 32
10. Ayat 34
11. Ayat 36
12. Ayat 38
13. Ayat 40
14. Ayat 42
15. Ayat 45
16. Ayat 47
17. Ayat 49
18. Ayat 51
19. Ayat 53
20. Ayat 55
21. Ayat 57
22. Ayat 59
23. Ayat 61
24. Ayat 63
25. Ayat 65
26. Ayat 67
27. Ayat 69
28. Ayat 71
29. Ayat 73
30. Ayat 75
31. Ayat 77

Yupe, semuanya ada 31 ayat (please CMIIW). Wow... Jumlah yang tidak sedikit kalau dilihat isi seluruh Surat Ar-Rahman ini hanya terdiri dari 78 ayat, artinya prosentase ayat tersebut kira-kira 39,74%.

Subhanallah... Allah SWT telah menciptakan Al-Quran dan isinya dengan sedemikian rupa dan begitu banyak perintah, peringatan dan ajakan agar kita pandai-pandai bersyukur. Kawan, pernahkah anda menghitung berapa banyak nikmat yang telah kita terima sejak kita masih dalam rahim ibunda kita tercinta hingga hari ini? Saya pernah mencoba tapi TIDAK PERNAH BISA SELESAI, its uncountable!

Maka Nikmat Tuhan Yang Manakah Yang Kamu Dustakan? Kawan - kawan yang diberi hidayah untuk membaca tulisan ini, semoga kita tidak menjadi orang yang kufur nikmat tetapi masuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur! Amin3x Yaa Allah Yaa Robbal 'Alamin.....

Sebagai tambahan saya kutipkan sedikit dari isi buku The Secret [Rhonda Byrne] sbb :
"syukur adalah jalan yang mutlak untuk mendatangkan lebih banyak kebaikan ke dalam hidup anda" [Marci Shimoff]

Perhatikan juga [QS:Ibrahim (14) :7 ] sbb :
"waidzaa adzaana robbukum lainsyakartum la adzidannakum wala'in kafartum inna adzabiil lasyadiid"
Artinya : dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu'

Baiklah, walau mungkin kawan-kawan sudah pernah membaca tulisan serupa tapi semoga tulisan sederhana yang saya persembahkan dengan cinta ini dapat menjadi oase yang dapat menyejukan kita semua :)

Last but not least mohon maaf jika ada yang kurang berkenan and feels free to CMIIW!

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


/* Note :

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih...
Yaa Allah Yaa Rabb... terima kasih atas sgala nikmat-Mu hingga hari ini hamba msh dapat menghirup 02

Yaa Allah Yaa Rabb... terima kasih karena pagi ini hamba diberi Hidayah untuk membuka dan membaca Kitab-Mu lagi walau tidak banyak. Terima kasih juga atas kesempatan membuat tulisan sederhana ini sehingga hamba bisa saling berbagi

Yaa Allah Yaa Rabb... Terima kasih untuk hari ini yang Insya Allah akan lebih baik dari hari kemarin dan juga untuk hari esok yang lebih baik dari ini (implementasi buku The Secret-nya Rhonda Byrne :D)

After all.. Terima kasih Yaa Allah Yaa Rabb atas segala curahan nikmat tak terhingga
yang sudah dan akan KAU berikan pada hamba baik di dunia dan di akhirat kelak

/* Sudah bersyukurkah anda hari ini? Saya sudah dan semoga begitupun dengan kawan-kawan sekalian :)

Berdamai Dengan Keadaan



Ehm...sebelumnya jujur disini saya rada rancu sama definisi takdir/nasib/keadaan (mungkin kawan-kawan ada yang mau share?!). Whatever, untuk lebih mudahnya dalam hal ini saya akan menggunakan kata keadaan.

Berikut beberapa contoh kasus :

/* Saat kita sedang bersepeda sendiri tidak membawa ban dalam cadangan, tiba-tiba ban sepeda bocor

/* Pasangan hidup yang sudah sangat kita percaya ternyata mengkhianati kita

/* Usia pernikahan sudah cukup lama dan selama itu pula menanti kehadiran si buah hati. Usaha sana sini hingga akhirnya sang istri mengandung, namun baru sekian bulan harus mengalami keguguran

/* Kita sudah tunangan dan sedang mempersiapkan pernikahan, tiba-tiba karena sesuatu hal kita harus berpisah dan jalan masing-masing

/* Kita sudah dikaruniai keluarga harmonis dan bahagia... lalu karena faktor ekonomi, perceraian tidak dapat dihindari

/* Kita sudah buat janji dengan kawan dan tiba-tiba dibatalkan sepihak atau mendadak diundur sedangkan kita sudah mengorbankan hal lain untuk janji tersebut

Dari contoh-contoh kasus tersebut diatas, tentu akan sangat banyak cara pandang dalam menyikapinya. Namun disini saya akan membaginya dalam 2 (dua) kelompok :

1. Yang berdamai dengan keadan
2. Yang tidak berdamai dengan keadaan

Pada kelompok 1 (satu) biasanya orang tersebut akan berpikir positif diantaranya mengontrol emosi, menahan amarah, mencoba flash back review kebelakang, mengevaluasi mengapa hal tersebut bisa terjadi, menganalisa kedepan, mecari jalan keluar terbaik yang menguntungkan semua pihak, berdoa dan berusaha dan sisanya dipasrahkan kepada Tuhan, biar tangan Tuhan yang mengatur.

Berbeda dengan yang diatas yang masuk dalam kelompok 2 (dua) biasanya akan dikuasai oleh emosi... langsung menjudge tanpa dasar, mencari kambing hitam siapa yang salah bahkan mungkin hingga menyalahkan Tuhan, lupa pada tujuan awal/dasar, marah-marah tidak jelas, tidak dapat berpikir secara jernih dan rasional serta membiarkan dirinya menarik aura negatif dari sekitarnya.

Masuk dalam kelompok yang manakah kita? Menurut saya baik itu kelompok 1 (satu) maupun kelompok 2 (dua) adalah pilihan. Kita bebas memilih sebebas kita bernafas menghirup udara, tapi kalau kita punya peluang yang sama... Kenapa tidak memilih untuk masuk dalam kelompok 1 (satu)???

Pagi ini saya mengkaji Alqur'an Surat At-Talaq [65] dan ingin berbagi pada kawan-kawan (terutama yang berkesempatan membaca tulisan ini) sbb :

Wayardzukhu min haisyu laa yahtasib wa mayyaw tawakkal alallahi fahuwa hasbuhuu innallaha baaliqu amrihii kodja'alallahu likulli syai'in qodroon
Artinya : Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang berawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesengguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesengguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS:At-Talaq [65]:3)

Subhanallah... kawan-kawan Allah telah mengingatkan kita untuk selalu bertawakal dan menjanjikan hal-hal indah atas ketawakalan kita, jika kita memilih untuk masuk dalam kelompok 1 (satu), Insya Allah kita termasuk orang-orang yang bertawakal...amin!!!

Seberapa tawakalkah kita? Sudah berdamai dengan keadaankah kita? Mungkin hanya Tuhan dan diri kita sendiri yang mengetahuinya :) just enjoy yours...


...spiRit in tHe morninG...

GOGO...Cinta Pada Pandangan Pertama



Biasanya saya menggunakan backpack Targus warna Orange untuk case laptop saya, termasuk buat bersepeda pergi dan pulang kantor, ternyata lumayan berat juga dan backpack itu ternyata kurang proporsional dengan badan saja alias agak kebesaran maka sempat terpikir untuk mencari pengganti yang agak kecilan biar lebih comfort digendong dipunggung saat bersepeda, dulu sempat hunting tapi belum menemukan pengganti yang tepat.

Sehabis hunting buku di Gramedia Matraman bersama teman istimewa, dirinya membeli cukup banyak buku tapi tidak membawa tas sehingga selesai mengantar saya pulang tak lupa saya pinjamkan backpack yang rada besar, ya Targus Orange itu. Beberapa hari kemudian si Targus Orange dikembalikan tapi suatu ketika sehabis jalan-jalan dan belanja saya pinjamkan lagi kepadanya. Suatu hari kami mengunjungi Mega Bazar Komputer di JHCC dan dirinya membawa backpack itu untuk membawa laptopnya, hingga saat itu saya putuskan untuk membiarkan si Targus Orange dipakai olehnya karena memang lebih proper untuk postur tubuhnya yang tinggi besar dan saya harus segera membeli pengganti untuk saya sendiri.

Di hari itu pulang kerja belum ada acara, saya telepon Dina teman saya untuk menanyakan apakah dia sudah punya acara sepulang kerja hingga akhirnya kami putuskan untuk bersepeda hunting backpack sekalian bike to home bareng. Kebetulan ke arah kami pulang ada sebuah outdoor yang lagi promo, diskon hingga 50% namanya TANDIKE tepatnya di Jl. Ciledug Raya No. 2, Seskoal, Cipulir. Berhubung kantor saya dan Dina berbeda lokasi maka saya sampai duluan di TANDIKE, setelah parkir sepeda di tempat yang menurut saya cukup aman saya langsung masuk untuk searching dulu sambil menunggu Dina.

Saat searching saya menemukan Deutcer dengan Tipe GOGO, saya pikir lumayan not too bad dan tampaknya cukup proposional dengan ukuran badan saya. Sambil menunggu Dina saya memang belum memutuskan untuk langsung membeli, saya masih searching lagi barang kali ada backpack-backpack lain yang bisa dijadikan opsi. Cukup banyak merk dan type yang bisa dipilih di sana seperti Deuter, Karimor, Vaude, Lafuma, Consina, Eiger, Millet, dll. Sempet naksir sama Karimor Zodia 25 dengan alesan ada tempat untuk H2O jadi bisa dipakai kalau lagi bersepeda offroad, tapi pas dicoba untuk memasukan laptop saya yang berukuran 13,3” ternyata tidak muat. Dipilih...dipilih... dipilih... lagi-lagi coba QC (tidak percuma punya teman seorang QC, jadi bisa “berguru” ilmunya :-D) si GOGO termasuk test apakah laptop saya bisa masuk cukup nyaman didalamnya. Viola... ternyata pas, setelah mendengar kata hati dan minta second opinion dari Dina maka tanpa ragu lagi saya langsung memutuskan untuk memilih Deuter GOGO.

Setelah sudah memutuskan membeli yang mana, saya cukup dibingungkan dengan pilihan warna. Warna-warna GOGO yang di display adalah biru, orange dan hitam. Secara warna sepeda saya adalah merah, maka saya menanyakan apakah ada yang berwarna merah dan petugasnya bilang sudah habis. Diskusi punya diskusi dengan Dina akhirnya kami memilih warna orange dengan alasan warnanya nge-jreng jadi kalau lagi naik sepeda bisa terliaht jelas alisa tidak samar terutama kalau malam hari. Saat saya sedang membayar dikasir dan petugasnya mengambil stok ke gudang, tidak lama kemudian dia keluar dengan membawa 2 buah GOGO dan SURPRISE... dia bilang bahwa ternyata masih ada yang berwarna merah satu dan tanpa berpikir panjang saya langsung memilih yang merah, Alhamdulillah akhirnya tanpa disangka bisa dapat juga yang berwarna merah jadi bisa matching sama warna sepeda berikut accessoriesnya yang memang rata-rata berwarna merah.

Saat bingung gimana packingnya biar bisa gowes enak dan tak terganggu, akhirnya terbersit ide untuk langsung dipakai saja. Bongkar membongkarpun dimulai di depan TANDIKE sambil duduk santai (he3x kebiasaan outing, dimanapun tempat tidak jadi masalah). Pas saya baru selesai packing, ada seorang bencong melintas di depan kami dan minta uang lima ratus rupiah alias gope, begini katanya “mba, minta gope dunk” terlepas dari keinginan agar orang yang datang kepada saya bisa pergi meninggalkan saya dengan senyum dan hati senang maka saya memintanya untuk menunggu saya mengambil sejumlah uang melebihi jumlah yang dia minta dari dalam dompet saya yang posisinya ada di bagian dalam tas dan dia pun bahagia bahkan sempat mengajak kami mengobrol.

Allright, kami siap gowes bike to home dengan GOGO baru di punggung saya sekalian “test drive”. Tidak lupa kami mampir ke sebuah cafe dekat kampus saya untuk kongkow sambil bincang-bincang santai secara sudah lama juga kami tak bersua, kebetulan saya juga mau membeli keyboard protector di sebuah toko komputer didekatnya. GOGO cukup nyaman dipunggung saya bahkan ketika saya bersepeda, walaupun saya agak basah karena hujan rintik-rintik menyiram bumi tapi ternyata GOGO cukup tahan air terbukti begitu sampai rumah saya periksa bagian dalam GOGO tetap kering, begitupun dengan “perabotan lenong” yang ada didalamnya.

GOGO...cinta pada pandangan pertama. Langsung berkesan saat pertama kali melihat, meraba dan mencoba. Selanjutnya masih perlu dicoba dulu untuk bisa review lebih jauh. Yang jelas GOGO akan menemani saya pergi untuk membawa barang-barang saya, setia menempel di punggung saya saat saya bersepeda :-)

Welcome to my life GOGO....

Rabu, 10 Maret 2010

Coba Kalauuu...


Aku punya teman yang rajin kirim bait puisi, rangkaian kata dan untaian titik + koma pengantar tidur malam juga kalimat-kalimat spirit di pagi hari... dia itu penyair dan juga motivator buatku :)

Intensitas pertemuan kami bisa dibilang jarang walau komunikasi cukup lancar ya era cyber gitchu lho... namun kami memiliki banyak kesamaan minat dan hobi. Biasanya kami menghabiskan waktu bersama dengan melakukan salah satu kegiatan dari hobi kami, itulah kesempatan kami untuk saling berbagi selebihnya bisa dibilang tidak pernah punya kesempatan bersua.

Dua hari yang lalu kami ada appointment akan ke toko buku (baca buku adalah kesamaan hobi kami lainnya) di sebuah plaza di bilangan Senayan tanpa menentukan tepatnya jam berapa, pokoknya after office hour.

Jam 4pm kami confirm mengenai appointment kami. Aku masih di Bandung baru akan masuk tol pasteur menuju perjalanan pulang ke Jakarta dan dia masih ada pekerjaan di Bogor, akan naik kereta Pakuan Express tujuan Jakarta jam 4.30pm.

Jam 6.05pm dia telpon aku dan inform kalau dia sudah sampai di 'TKP' sedangkan aku masih di KM 33 sekitar Cikarang, mungkin baru akan sampai lokasi sekitar satu jam lagi. Akhirnya diputuskan batal dan lain kali direschedule tanpa alasan apapun.

Ehm... to be honest aku rada BT dan a bit esmosi, aku coba untuk cooling down dan atur strategi (efek baca buku the art of war niy) to solve it. Aku decide untuk demot tidak menghubungi dia selama satu hari dua malam memberi waktu untuk review sambil mencoba menata hati dan emosi.

Jali5x... jali3x jaliiiii... Jali (sambil nunjuk ujung-ujung atas jari tangan kiri jempol-klingking-jempol dengan telunjuk kanan) he3x ini 'games' yang pernah diajarin guru GPA aku jamannya sekolah dulu dan katanya bisa dikaitkan untuk menganalisa sesuatu, benarkah :? coba aja *ha3x intermezzo only*

Singkat cerita, semalam menjelang jam 12pm bait-bait puisi pengantar tidur malam itu datang lagi tapi tidak seperti biasa, kali ini tersirat lesu tak bergairah dan pesimistis... what's wrong???

Hingga akhirnya aku baru tau kalau dia itu dua malam dikejar demam dan kemarin sampai terpaksa mesti pindah kantor ke poliklinik RS PMI, Bogor :( lalu minta jemput adiknya dan untuk sementara 'dikarantina' di rumah adiknya di bilangan Depok, ngga boleh pulang ke Jakarta.

Oh my God... ternyata seperti itukah kejadian yang sebenarnya. Aku jadi feeling guilty niy, kenapa aku terlalu cepat mengambil kesimpulan. Andai dan andai silih berganti menghampiri diri ini...

Coba kalauuu... dia bilang mesti balik ke Bogor lagi, kan appointmentnya bisa direschedule
Coba kalauuu... dia bilang ngga enak body, kan ngga usah maksa
Coba kalauuu... dia mau lebih terbuka mengkomunikasikan sesuatu, kan ngga kejadian kaya gini
Coba kalauuu... aku bisa berpikir lebih jernih kan ga perlu emosi gini
Coba kalauuu... aku bs melawan egoku, kan ga perlu feeling guilty like this
Coba kalauuu... aku bisa lebih peka, mendengarkan "alam" dan membaca yang tersirat
Coba kalauuu... dst... dst...

Jadi sebagai bentuk penyesalan dan permohonan maaf, aku mesti pay attention ke dia dengan coba menghibur dan support dia... ngajak dia bercanda ria walau suaranya terdengar parau, kasih perhatian sebisanya, peduli sama keadaannya dan berdoa untuk kesembuhan serta kebaikannya.

Well, pesan moral yang ingin aku sampaikan disini adalah... cobalah komunikasikan segala hal dengan lebih terbuka, sampaikan maksud dan tujuan kita dengan lebih gamblang untuk menghindari kesalah pahaman + kegagalan komunikasi dan expresikanlah diri kita...