Kamis, 26 Juli 2012
Lupa Nama
Katakanlah keluarga, selain keluarga inti ada juga saudara, belum lagi saudaranya saudara kita, dan seterusnya. Teman pun ada teman waktu kecil, teman sekolah sejak TK sampai kuliah, teman kerja, teman rumah, teman komunitas, teman jalan-jalan dan lain-lain.
Diantara mereka ada yang hampir setiap hari ketemu or at least sering ketemu, ada yang ketemuannya intensif setiap berapa waktu sekali, misalnya kalau arisan setiap bulan sekali atau setiap pengajian seminggu sekali. Namun ada juga yang jarang ketemu, jarang sekali ketemu dan hampir gak pernah ketemu, atau sekedar kenal say hi.
Nah pertanyaannya : apakah kita bisa mengingat semua nama mereka? Utamanya yang jarang ketemu atau yang sekedar kenal say hi? Dengan kapasitas memory kita yang terbatas rasanya sulit untuk mengingat nama orang-orang yang kita kenal….
Hal ini juga terjadi pada saya L gak jarang saya lupa nama orang-orang yang saya kenal bahkan sempet kerja bareng dalam satu tim work tapi sudah luammma banget gak pernah ketemu. Terus begitu ketemu udah say hi dan ngobrol-ngobrol panjang lebar, dianya sudah sebut-sebut nama kita terus begitu tukeran nomor telepon mau nulis namanya o-ow… malu banget gak siy? Ini menyangkut kredibilitas diri *haiya* mau nanya tapi malu takut ketahuan kalau lupa, akhirnya biasanya saya menggunakan “senjata pamungkas” yang biasanya berhasil yaitu menanyakan facebook atau emailnya.
Well, temans… apakah anda pernah mengalami hal yang sama dengan saiah? Lalu apakah yang teman lakukan dalam kondisi seperti itu? Adakah “senjata” andalan yang biasanya teman-teman gunakan? Sharing di sini yuks, sapa tau bisa digunakan juga sama teman-teman lain….
.:SiBart @270712:.
Di Hari Ulang Tahunnya
Setelah hari itu, bisa dibilang sama sekali tak ada komunikasi diantara kami namun jika sekedar ucapan selamat ulang tahun ketika aku mengulang hari lahir memang ada walau hanya lewat pesan singkat melalui WM. Itupun dituliskan dalam ucapan yang sangat standar, yang buat istimewa adalah tak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini ia mengucapkannya tepat waktu. Selain itu kami pun tak pernah bertemu lagi walau hanya sesaat.
Well, ulang tahun ia kali ini…. terus terang aku sempat bingung tentang apa yang harus aku lakukan perlukah memberinya kado, bahkan sempat terpikir bahwa kado terindah adalah kehadiran. What? Ketemuan? Terus setelah ketemuan mau ngapain gitu? Akhirnya aku tepiskan semua wacana tersebut and lets make it simple but sweet :-)
Ta…da… harinya pun tiba, dan aku sama sekali gak ada persiapan namun ada satu semangat bahwa aku akan menjadi orang yang pertama kali (mungkin juga yang terakhir secara hampir tidak ada yang tau/ingat dengan jelas hari ulang tahunnya) memberinya ucapan pada pukul 00.00 WIB. Sengaja malam itu aku begadang sambil ngoprak-ngoprek power bank, modem dan registrasi kartu perdana untuk modem (biasanya kalau untuk modem aku lebih suka beli kartu perdana baru dibanding harus isi ulang pulsanya, karena secara ekonomis cara seperti ini jauh lebih murah).
Singkat kata, pada pukul 00.00 WIB aku mengirimkan sebuah pesan lewat WM ke nomor barunya yang biasa kami gunakan untuk berkomunikasi via WM tapi kok tanda centangnya cuma satu, artinya tak terkirim selain itu tanggal yang tertera pada last seen kok ya sudah satu bulan lebih, rasanya ada yang janggal. Otak ku terus berputar dan coba observasi hingga akhirnya aku teringat nomor lama yang sudah sempat di non aktifkan ternyata tampak juga sudah menggunakan WM lalu tanpa berpikir panjang lebar aku pun mengirim ucapan ke nomor tersebut, kali ini ada tanda centang dua… syukurlah berarti terkirim tapi ada satu tanya yang menari dalam benakku : “apakah itu masih nomornya?”
Setelah menunggu cukup lama dan tak ada respon dari dirinya (yang rasanya tidak mungkin kalau ia tidak merespon ucapan dariku, secara dirinya bisa dibilang cukup responsif) juga dihantui rasa penasaran dengan nomor lamanya akhirnya walau penuh keraguan aku coba menelpon ke nomor tersebut. Nada sambung cukup lama telpon tersebut tak terjawab, apakah orang yang ditelepon sudah tidur? secara sudah pukul 00.20 WIB. Nyaris putus asa, hampir saja aku tutup telepon tersebut hingga akhirnya ada suara dari sana “selamat pagi” (ahhhh, akhirnya terjawab juga).
Diluar dugaan dirinya justru bingung ketika aku beri ucapan selamat dan rupanya ia sama sekali tidak ingat kalau hari itu adalah hari ulang lahir dirinya (atau mungkin cuma pura-pura aka akting saja? Entahlah…). Tampaknya ia begitu senang dan antusias dengan telepon dari diriku, hal ini terbukti dari suaranya yang terdengar begitu bersemangat, sumringah dan bercerita banyak hal mulai hingga menanyakan beberapa opini juga rencana ke depan… padahal saat itu ia baru saja sampai rumah dari berpergian cukup jauh yang pastinya cukup lelah. Pembicaraan kami pun panjang-lebar, depan-belakang, kanan-kiri, atas bawah dan lain-lain hingga aku tak kuat lagi untuk menahan kantuk yang ditandai dengan bodyku yang berasa panas dingin karena begadang.
Sebelum aku akhiri pembicaraan, aku pun menanyakan kepadanya apakah ada yang mau dibicarakan lagi atau tidak… tampaknya ia belum puas dengan percakapan kami yang pertama kalinya ini sejak lima bulan tiga hari yang lalu. Akupun menjelaskan alasan kenapa aku ingin menyudahi pembicaraan tersebut dan menyampaikan kondisi bodyku, syukurlah ia mau mengerti dan tanpa aku tanya ia pun menceritakan alasannya kenapa selama ini ia tidak contact diriku walau sebenarnya ingin. Hmmmmm, jujur bingung juga siy apakah itu alasan yang sesungguhnya atau sebenarnya ia gengsi? Wallahu’alam bin syawaf…. ia pun minta izin agar aku memperbolehkan dirinya contact aku lagi dan mengutarakan keinginannya untuk mengajak aku nonton… Tak terasa lima puluh menit lebih kami berbincang-bincang seru.
Di hari ulang tahunnya kali ini, syukur alhamdulillah kebekuan diantara kami dapat cair kembali dan Insya Allah tali silahturahmi pun bisa terjalin lagi. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, apakah kami akan bersatu kembali atau tetap dengan status kami yang seperti sekarang… aku hanya bisa mengikuti kemana air mengalir… let it flow…
Kalau boleh jujur, aku sungguh bahagia bahwa cinta pernah menyatukan kami tapi aku juga sedih karena perbedaan keyakinan memisahkan kami dan tidak dapat menyatukan kami… aku sudah pasrahkan hal ini kedalam genggaman Illahi Rabbi, apapun jadinya hubungan kami nanti… aku percaya bahwa IA sebagai Sang Maha Dalang sudah mengaturnya sedemikian rupa dan aku hanya sebagai wayang harus pasrah mengikuti Sang Maha Dalang….
Selamat mengulang hari lahir ya CoKlat, wish you all the best… semoga bukan cuma aku seorang diri yang mengingat hari ulang tahunmu dan memberikan ucapan di hari yang tepat… semoga ulang tahunmu kali ini membawa banyak keberkahan dalam hidupmu J dan semoga segera ada berita baik mengenai tawaran pekerjaan yang sedang dalam proses negosiasi ini, lalu dimudahkan dan dilancarkan oleh-Nya yaaa, amiiinnn… take care…
“…Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku…”
[Seluruh Nafas – Last Child]
.:SiBart @250712 – WrittenToCelebrateYourBday:./small>
Sabtu, 12 Mei 2012
Ditujukan Kepada Departemen Terima Kasih
“dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’”
Bagiku hari ini bukan hari biasa dan hari ini tidak sama dengan hari-hari lainnya. Hari ini 12.5.12 umurku bertambah satu artinya berkurang satu pula kesempatanku menjadi penghuni bumi ini.
Seperti beberapa 12 Mei sebelumnya, aku selalu berusaha menertibkan diriku untuk melaluinya dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan sebagai bentuk syukurku kepada Illahi Rabbi atas segala nikmat dan karunia-Nya. Kalau sholat itu ada sholat berjamaah, maka aku coba untuk berbagi berjamaah aka sedekah berjamaah. Maksudnya gini.... kalau cuma aku sendiri yang berbagi, maka apa yang bisa aku berikan jauh lebih sedikit daripada jika dilakukan secara bersama-sama. Untuk itu seperti biasa, aku akan badai otak dan coba inform ke beberapa sabahat dan teman-teman yang punya visi sama untuk menghindari pemikiran-pemikiran yang tidak diinginkan. Alhamdulillah sahabat dan teman-temanku selalu meresponnya dengan antusias dan semangat berbagi.
Well... well... well... beda tahun ini beda tahun lalu. Tahun ini aku ingin berbagi ke tempat yang aku belum pernah berbagi. Entah kenapa aku teringat dengan seorang teman yang aktifis Ikatan Peduli Pendidikan Anak, Ibet begitu panggilannya. Ada rasa ingin menghubungi dirinya walau hanya sekedar menyapa, tanpa berpikir panjang aku langsung menelponnya dan menanyakan perkembangan Gubug IPPA yang diurusnya. Singkat cerita, aku memutuskan untuk berbagi ke Gubug IPPA 12 Mei tahun ini. Seperti biasa aku segera membuat konsepnya dan sounding ke teman-temanku sebelum aku kirimkan konsep tersebut via email. Alhamdulillah gayung bersambut, seperti biasa cukup banyak sahabat dan teman yang meresponnya dengan sangat baik bahkan langsung action. Aku mulai menyicil apa-apa yang bisa aku lakukan agar pada saat hari “H” semuanya sudah tercover.
Dalam perjalanan proses sejak dari membuat konsep hingga menjelang hari “H” begitu banyak “hadiah” yang tak pernah aku duga. Mulai dari reaksi teman-teman yang langsung action, lalu untuk makan siang aku hanya berharap mendapat diskon tapi malah dikasih free, eh diantar pula..subhanallah, dan begitu banyak kemudahan-kemudahan yang aku dapatkan. Alhamdulillah... sesuatu banget yaa...
Berpegang pada salah satu ayat Al-Qur’an lebih tepatnya QS : Ibrahim (14) : "waidzaa adzaana robbukum lainsyakartum la adzidannakum wala'in kafartum inna adzabiil lasyadiid" yang artinya “ dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’” maka tulisan ini sengaja dibuat untuk mengucapkan segala syukur secara tertulis....
#Syukur Part I – Umum
Ditujukan kepada Departemen Terima Kasih...
Yaa Allah, Yaa Rohman, Yaa Rohim yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..aku mengucap syukur dan terima kasih yang tak terhingga atas nikmat O2 yang masih dapat aku hirup secara gratis hingga tulisan ini dibuat.
Yaa Allah, Yaa Rohman, Yaa Rohim yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..terima kasih atas segala limpahan nikmat, kasih sayang, rahmat, rejeki, taufik, hidayah dan maghfirah juga pengalaman dan pembelajaran hidup yang telah KAU berikan padaku dengan segala cara-MU yang indah.
#Syukur Part II – Khusus
Ditujukan kepada Departemen Terima Kasih...
Yaa Allah, Yaa Rohman, Yaa Rohim yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..terima kasih karena apa-apa yang telah aku jadikan goal sejak 12 Mei tahun lalu hingga hari ini, satu per satu telah KAU kabulkan walau belum semua. Mungkin aku masih perlu extra effort dan extra sabar :-)
Yaa Allah, Yaa Rohman, Yaa Rohim yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..apa yang aku dan teman-temanku lakukan hari ini yaitu berbagi ke Gubug IPPA begitu penuh kemudahan dan kelancaran mulai sejak perencanaan hingga pelaksanaan. Aku tau pasti, itu semua berkat kemurahan dan keberkahan dari-MU maka sekali lagi hamba bersyukur dan berterima kasih kepada-MU atas semua kemurahan yang KAU berikanpada hamba...
Yaa Allah, Yaa Rohman, Yaa Rohim yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..di hari ini begitu banyak perhatian baik dalam bentuk ucapan maupun doa yang ditujukan kepadaku, aku juga sangat menghargai dan mensyukuri hal tersebut sebagai karunia yang telah KAU berikan kepadaku. Aku mohon dengarkan dan kabulkan-lah doa mereka untukku dan semoga malaikat-MU juga mendoakan hal sama untuk mereka...
Yaa Allah, Yaa Rohman, Yaa Rohim yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..terima kasih karena utamanya pada hari ini KAU telah beri hamba kesempatan untuk berbagi sebagai bentuk syukur hamba kepada-MU. Terima kasih juga karena KAU telah berikan hamba sahabat dan teman-teman yang begitu baik dan perhatian kepadaku. Aku juga mengucapkan syukur karena KAU telah buka-kan hati mereka untuk mendukung dan membantuku dalam banyak hal, utamanya berbagi pada hari ini, berilah keberkahan untuk mereka yaa Rabb..
Yaa Allah, Yaa Rohman, Yaa Rohim yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..jika awal hari ini aku awali dengan bermunajat kepada-MU maka ijinkanlah agar hari ini dapat aku akhiri dengan berjuta rasa syukur dan ucapan terima kasih yang aku persembahankan kepada Departemen Terima kasih...
Yaa Allah, Yaa Rohman, Yaa Rohim yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..pada kesempatan ini aku juga mengucapkan syukur Alhamdulillah untuk hal-hal baik dan indah yang tampak tolol yang aku lakukan tanpa pamrih..juga untuk kebaikan-kebaikan lainnya yang belum sempat dan aku akan aku lakukan...bantu dan bimbinglah aku agar dapat memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik dan bermanfaat dari tahun ke tahun...
Yaa Allah, Yaa Rohman, Yaa Rohim yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..tulisan ini ingin ku tutup dengan ucapan syukur alhamdulillah untuk semua hal yang tidak dapat aku ungkapkan satu persatu... terima kasih yaa Allah...
.:SiBart @12-5-12:.
Jumat, 11 Mei 2012
DOA 12:5:12
Ya Allah...sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Shalawat yang awalnya tidak terbatas, yang batasnya tidak berujung, dan akhirnya tidak berhingga.
Rabb...KAU-lah Sang Maha..hari ini genap berkurang satu tahun lagi masaku menikmati dunia ini. Terima kasih yaa Rabb, atas oksigen yang telah KAU berikan padaku hingga detik ini. Terima kasih yang tak terhingga atas semua nikmat dan anugerah yang telah KAU limpakan pada hamba, ibarat tetes air di samudera ata bulir pasir di gurun sahara maka hamba tak kan pernah sanggup menghitung segala kebaikan-MU di lautan samudera dan gurun sahara Kasih Sayang-MU..
Rabb, mengawali hari ini...dikesunyian pertengahan malam yang hening ini, izinkanlah hamba menghaturkan baris doa dan harapan yang ditujukan kepada-MU Rabb...
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin
Hamdan Yuuwaafii ni’amahu wayukaafii maziidah. Yaa robbana lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa’adhiimi sulthoonik. Wa shollal loohu ‘alaa sayyidina muhammaddin wa’alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin.
Segala puji bagi Allah yang menguasai sekalian alam. Pujian yang memadai nikmat-Nya yang selaras dengan kebaikan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-MU segala puji yang layak bagi keagungan dan kebesaran kekuasaan-MU. Sholawat serta salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad Saw, keluarga dan sahabat-sahabat semuanya.
Ya Allah, Ya Bashir, Yang Maha Melihat, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasia kami yang tersembunyi dan amal perbuatan kami yang nyata, maka terimalah ratapan kami. Engkau Maha Mengetahui keperluan aku dan keluargaku, maka kabulkanlah permohonan kami.
Ya Allah Ya Rohman Ya Rohiim, tolong mantapkanlah aqidah kami, sempurnakanlah ibadah kami, dan baguskanlah akhlak kami. Jadikanlah kami benci pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkan kami pada golongan orang -orang yang mendapat petunjuk. Sesungguhnya kami bermohon kepada-MU iman yang kekal, yang terus melekat dalam hati kami. Kami bermohon agar Engkau berikan pada diri kami keyakinan yang sungguh-sungguh pada diri-MU sehingga kami mampu mengetahui bahwa tiada sesuatu yang menimpa aku dan keluargaku selain dari yang Engkau tetapkan bagi kami. Maka tolong jadikan aku dna keluargaku rela terhadap apapun yang Engkau bagikan kepada kami.
Ya Allah Yang Maha Pengasih lebih dari segala yang pengasih, sesungguhnya Engkau adalah pelindung bagi kami di dunia ini dan di akhirat nanti. Sebagaimana Engkau telah menunjukan aku dan keluargaku untuk memilih Islam, maka tolong janganlah Engkau mencabutnya dari diri dan hati kami. Ya Allah Ya Waliyy, Yang Maha Melindungi, lindungilah kami dari murka-MU dan siksa neraka. Berilah kepada kami khusnul khotimah, sudahilah amalan kami dengan kebaikan.
Wafatkanlah diri aku dan keluargaku dalam keadaan muslim dan dalam keadaan khusnul khotimah. Tolong wafatkan kami dalam iman dan Islam secara sempurna dalam keridhoan-MU, dan gabungkanlah aku dan keluargaku ke dalam orang-orang yang sholeh dengan tanpa nista dan cobaan.
Ya Allah Ya Ghoffar Ya ‘Afuuw, Yang Maha Mengampuni Yang Maha Pemaaf, ampunilah segala dosa-dosa kami, dan condongkan diri kami pada kebaikan. Tolong peliharalah daging dan kulit aku dan keluargaku dari siksa kubur dan neraka. Dan janganlah Engkau hinakan aku dan keluargaku di hari kiamat nanti. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Berilah kepada aku dan keluargaku taubat nasuha dan taubat sebelum mati, ketenangan ketika hendak mati, keampunan dan rahmat sesudah mati, keampunan ketika dihisab, serta berilah kami cahaya dan perlindungan kelak dalam kubur kami.
Ya Allah, Ya Wahhab, Yang Maha Penganugerah, cintakanlah kami pada iman dan peliharalah ia di hati kami. Bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka, serta masukkanlah aku dan keluarga dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Ya Allah Ya Fattaah Ya ‘Aliim, berilah aku dan keluargaku tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah aku dan keluarga ke dalam kalangan orang-orang yang sholeh dan berilmu.
Ya Allah, Ya Haadii Ya ‘Aliim, Yang Maha Pemberi Petunjuk Yang Maha Mengetahui, berikanlah kepada kami hidayah untuk berbuat baik dan menuntut ilmu, dan tetapkanlah kami pada kebaikan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami. Berilah kami kemampuan untuk berada dalam kebaikan dan kebenaran serta menjauhi apa-apa yang Engkau larang dan perbuatan sia-sia. Berilah kami ilmu yang bermanfaat bagi urusan akhirat kami. Berilah kami ilmu yang bisa melancarkan urusan dunia kami.
Ya Allah, Ya ‘Aliyy Ya Hasiib, tolong terimalah amalan kami. Berilah kami petunjuk dan kekuatan untuk mampu selalu taat dan bersyukur kepada-MU. Rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga mampu tinggalkan segala keburukan dan hal-hal yang sia-sia. Karuniakanlah kepada kami sikap pandang yang baik terhadap kebaikan dan segala yang membuat-MU makin ridho terhadap diri kami.
Ya Allah Ya Ghoffar, Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. Kami bermohon agar Engkau hapuskan apa-apa yang Engkau ketahui dari dosa kami. Ampunilah kesalahan kami terhadap-MU, dan bebaskanlah aku dan keluargaku dari padanya. Hindarkanlah diri kami dari dosa terhadap sesama manusia, dan bebaskanlah aku dan keluargaku dari padanya.
Ya Allah Ya Ghofuur, janganlah Engkau biarkan di diri kami suatu dosa pun kecuali Engkau ampunkan, tiada kesusahan dalam diri kami kecuali Engkau lapangkan, tiada suatu hajat keperluan kecuali Engkau penuhi dan mudahkan. Mudahkanlah segenap urusan kami dan lapangkanlah dada kami, terangilah hati kami dan sudahilah seluruh amal perbuatan kami dengan amal yang sholeh.
Aku dan keluargaku berlindung kepada-MU dari kejahatan yang telah kami perbuat, serta keburukan-keburukan yang ditimbulkan darinya. Kami juga berlindung kepada-MU dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang hari. Aku dan keluargaku bermohon kepada-MU segala kebaikan baik yang cepat maupun lambat dan berikanlah kepada kami rahmat-MU wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih.
Sesungguhnya kami mengakui segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Tolong cukupkanlah aku dan keluargaku dengan harta dan rizki-MU yang halal, hindarkan dan jauhkan kami dari segala yang haram. Puaskanlah kami dengan nikmat dan anugerah yang telah Engkau berikan, dan gantilah apa-apa yang hilang dan lepas dari kami dengan kemurahan dan kebajikan dari-MU.
Aku dan keluargaku bermohon pada-MU kebaikan yang diminta oleh hamba-hamba-MU yang sholeh. Dan kami berlindung pada-MU dari kejahatan yang hamba-hamba-MU yang sholeh meminta perlindungan dari padanya. Berilah kepada kami apa-apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantara rasul-rasul-MU. Ya Allah, aku dan keluargaku bermohon kepada-MU kebaikan yang dimohonkan oleh Nabi-MU, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan kami berlindung pada-MU dari kejahatan sebagaimana yang diminta oleh Nabi-MU Muhammad SAW. Buatlah diri kami lebih mengenal Rasul-MU dan gerakkan serta mudahkan kami dalam meneladani Rasul-MU Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ya Allah, aku dan keluargaku bermohon kepada-MU iman yang sempurna, keyakinan dan aqidah yang benar, ibadah yang baik, akhlak yang bagus, rizki yang halal, baik, luas dan berlimpah, hati yang khusyu’, lidah dan hati yang selalu berdzikir kepada-MU.
Ya Allah Ya Jabbaar Ya Qowiyy, Yang Maha Perkasa Sang Maha Sumber Kekuatan, berilah kami kesehatan dan vitalitas fisik sepanjang usia kami, agar kami bisa kuat dan giat beribadah kepada-MU dan juga mampu memberikan kemanfaatan bagi seluruh makhluk-MU. Berilah kami kekuatan hingga mampu saling mengingatkan dalam taqwa dan kebaikan.
Allahu yaa Rabb... berikut adalah doa yang ingin hamba panjatkan diantara sekian banyak mimpi hamba yang hamba jadikan law of attraction...
Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin anaalu bihaa ziyaarota syariifika wasyariifihi
“Ya Allah, semoga Rahmat-MU bagi junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Dapatlah kami berziarah di kemuliaan-MU (Mekah) dan di kemuliaan-MU Nabi Muhammad SAW (Madinah)”
Allahummarzuqna ziyaarata al-haramayni makkata wa madiinata. Innaka ‘alla kulli syai’in qadiir
“Ya Allah, berikanlah kami rejeki untuk dapat mengunjungi dua kota suci Mekah dan Madinah..sesungguhnya Engka berkuasa atas segala sesuatu”
Satu lagi yaa Rabb... wabil khusus agar masa lajangku segera berakhir, aku mohon dengan segala kerendahan hati berikanlah kepadaku jodoh terbaik pilihan-MU yang dapat membangun bahtera rumah tangga sakinah, mawadah dan warohmah. Nikahkanlah kami dalam keridhaan-MU dan ijinkanlah kami dapat membentuk keluarga cantik yang bersama kami selalu mengagungkan nama-MU...
Allohummab'ats Ba'lan Shoolihan Likhithbathii Wa'atthif Qolbahu 'Alayya Bihaqqi Kalaamikal Qodiimi Wabirosuulikal Kariimi Bi Alfi Alfi Laa Hawla Walaa Quwwata Illaa Billaahil 'Aliyyil 'Azhiim Wa Shollalloohu 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Wa'alaa Aalihii Wa Shohbihi Wa Sallama Walhamdulillaahirobbil 'Aalamiin
“Tuhanku, utuslah seorang suami yang shalih untuk melamarku, condongkanlah hatinya kepadaku berkat kebenaran Kalam-MU yang qadim dan berkat utusanMu yang mulia dengan keberkahan sejuta ucapan LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL 'ALIYYIL 'AZHIIM. Dan semoga Allah Melimpahkan Rahmat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, dan kepada segenap keluarga serta sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian Alam”
Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a'yuniw, waj'alna lil muttaqiena imaamaa
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh-jodoh kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa" (QS 25:74)
Robbi Laa Tadzarni Fardan Wa Anta Khoirul Waaritsin
“Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik2nya dzat yang mewarisi”
Robbi Hablii Milladunka Zaujan Thoyyiban Wayakuuna Shoohiban Lii Fiddiini Waddunyaa Wal Aakhiroh
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-MU, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”
Allaahummaftahlii Hikmataka Wansyur ‘Alayya Min Khozaa Ini Rohmatika Yaa Arhamar-Roohimiin
“Ya Allah bukakanlah bagiku hikmah-MU dan limpahkanlah padaku keberkahan-MU, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang”
Robbi Innii Limaa Anzalta Ilayya Min Khoirin Faqiir
“Ya Robb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku” (Q.S. 28 : 24)
Hasbunallooh Wani’mal Wakiil Ni’mal Maula Wani’man Nashiir
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong" (Q.S. 3 : 173 & 8 : 40).
Tolong berikanlah kepada kami surga-MU, segala nikmat di dalamnya dan apapun yang bisa mendekatkan kami kepadanya, baik dari ucapan maupun amal perbuatan. Lindungilah kami dari neraka-MU serta apapun yang bisa mendekatkan kami kepadanya, baik dari ucapan maupun amal perbuatan.
Illahi Roobi...hanya pada-MU hamba berserah diri, hamba ikhlas dan pasrahkan semua hidup hamba dalam genggaman-MU. Hamba mohon berilah yang terbaik untuk hamba dalam menjalani sisa hidup umur hamba agar penuh manfaat dan berkah-MU.
Subhana robbika robbil ‘izzati ‘amma yashifuun wa salaamun ‘alal mursaliin. Wal hamdulillaahi robbil ‘aalamiin.
Al-fatihah....
Bismillaahirrahmaanirrahiim
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Alhamdulillaahirabbil’aalamiin
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”
Arrahmaanirrahiim
“Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Maalikiyawmiddiin
“Yang menguasai di hari Pembalasan”
Iyyaakana’buduwa-Iyyaakanasta’iin
“Hanya Engkaulah yang Kami sembah dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan”
Ihdinaashshiraathalmustaqiim
“Tunjukilah Kami jalan yang lurus,”
Shiraathalladziinaan’amta’alayhim Ghayrilmaghdhuubi’alayhim Walaadhdhaalliin
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”
Aminnn... Aminnn... Aminnn... Yaa Robbal ‘Alamin...
Terima kasih yaa Allah....
::SiBart @12512
Rabu, 02 Mei 2012
Aku Sudah Bisa Berenang...
Ismi, begitu panggilannya adalah salah satu dari sekian banyak anak-anak insan mulia yang tergabung dalam Rumah Amalia. Mau tau kenapa Ismi bisa berkata seperti itu kepadaku? Begini ceritanya...
Awal Januari yang lalu saat anak-anak Rumah Amalia sedang melakukan Muhasabah di daerah Puncak (FYI muhasabah ini merupakan kegiatan rutin mereka) salah satu kegiatan dipagi hari adalah ber-olah raga. Setelah melakukan senam bersama, kami bermain bola dan memanfaatkan kolam renang yang ada untuk bermain games.
Alih-alih permainan gamesnya tidak jelas, hingga akhirnya kami sekedar bermain basah-basahan karena ternyata adik-adik ini belum bisa berenang. Melihat kondisi ini, aku dan seorang teman membagi adik-adik dalam dua kelompok yaitu kelompok perempuan dan laki-laki.
Untuk kelompok laki-laki ditempatkan di kolam yang agak dalam. Kelompok laki-laki ini diawasi oleh kakak Amalia yang juga laki-laki, Kak Azhar namanya. Sedangkan kelompok perempuan ditempatkan di kolam yang lumayan dangkal yang lebih rendah dari tinggi rata-rata mereka. Untuk kelompok perempuan ini diawasi oleh aku sendiri tetapi setelah Kak Lia memutuskan untuk ikutan basah-basahan bersama kami, aku dibantu oleh Kak Lia.
Anak-anak tampak begitu senang bisa mencemplungkan dirinya ke kolam renang walaupun mereka tampak kedinginan, namun hal itu bukanlah penghalang bagi mereka untuk bermain air. Awalnya sebelum mulai berenang aku biasa atur pernafasan di dalam air , setelah itu aku baru mulai berenang.
Saat aku sedang istirahat mereka meminta aku untuk mengajari mereka berenang (jadi sebenarnya berawal dari ketidaksengajaan). Lalu segera aku kumpulkan anak-anak yang memang ingin belajar berenang, lalu aku brief mereka untuk beri pengarahan secara teori secara singkat. Setelah selesai memberi teori, akupun memerintahkan mereka untuk berbaris di tepi kolam dengan posisi telungkup dan tangan memegang bibir kolam untuk latihan gerakan kaki. Sebagai dasar, aku ajarkan mereka gaya luncur dulu. Satu per satu dari mereka aku suruh u/ praktek gaya luncur dari ujung ke ujung kolam dengan didampingi aku, sehingga aku bisa langsung memberi masukan jika gerakan mereka ada yang salah. Selesai praktek gaya luncur satu per satu dengan pendampinganku, mereka aku suruh praktek sendiri tanpa aku tapi masih dalam pengawasanku.
Mereka antusias sekali untuk belajar berenang, hal ini terlihat dari semangat mereka yang berapi-api. Satu per satu aku perhatikan gerakan dan tingkah mereka, begitu lucu dan menyenangkan. Aku akui tingkat kemampuan mereka berbeda-beda. Ada yang merasa sudah bisa gaya luncur dan datang padaku supaya aku melihat performancenya, lalu minta diajarkan gaya-gaya lainnya. Sebenarnya, tanpa bermaksud menurunkan semangat mereka...aku menilai gerakan mereka belum sempurna terutama gerakan kakinya yang masih belum beraturan, sehingga aku lebih menyarankan mereka untuk terus berlatih gaya luncur, sempurnakan gerakan kaki baru mereka akan mudah untuk mempelajari gaya-gaya lainnya.
Akhirnya, aku kumpulkan mereka lagi untuk brief gaya bebas dan gaya katak secara singkat tapi yang membuat aku geli ada anak yang begitu semangatnya mau mencoba tapi sayang mereka masih belum menguasai dasarnya, mungkin karena waktu yang tersedia sangat minim sehingga tidak mengcover untuk mentransfer ilmu renang ala kadarnya yang masih aku kuasai sejak aku ikut club renang di kantor (alm) bapakku di Gelora Senayan saat aku SD dulu. Waktu yang tersisa kami lanjutkan dengan melancarkan gaya luncur hingga beberapa dari anak-anak ini sudah ada yang bisa berenang sendiri kesana kemari tanpa aku dampingi, thanks God so glad to know it.
Well, begitulah alkisah cerita kenapa Ismi memberiku compliment tersebut diatas. Memang benar ada kepuasan tersendiri jauh dilubuk hati kita ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain, apalagi orang tersebut sangat senang dengan pemberian kita. Sesungguhnya kesenangan si pemberi jauh lebih besar dari yang diberi. Jadi inget status FB salah satu temanku Mba Ferlita Sari :
''Saat orang senang dan bahagia dengan pemberian kita, pastilah kita akan jauh berbahagia dari mereka. Hukum yang sampai saat ini tak terbantahkan...''
Ngemeng-ngemeng tentang memberi, buat saya dalam Bahasa Inggris give = gift. Maksudnya ketika kita memberikan sesuatu untuk orang lain, maka kita telah memberi hadiah untuk diri kita sendiri. Sebisa mungkin berikanlah segala sesuatu yang bisa kita berikan kepada orang lain dengan hati, karena biasanya sesuatu yang datang dari lubuk hati akan diterima dengan hati oleh si penerima, artinya berilah dengan rasa tulus ikhlas sehingga ada keberkahan baik bagi penerima maupun pemberi, Insya Allah.
Yuks, kita tebarkan rahmat dengan budaya saling memberi agar mereka juga bisa menikmati apa yang kita nikmati seperti matahari dan bulan yang dengan setia memberi sinarnya dengan cuma-cuma.... Bahagia mereka, bahagia kita juga :-)
عَلَى الْمِنْبَرِ، وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنِ الْمَسْأَلَةِ : اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى. وَالْيَدُ الْعُلْيَا اَلْمُنْفِقَةُ. وَالسُّفْلَى اَلسَّائِلَةُ
Hadits riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ketika berada di atas mimbar, beliau menuturkan tentang sedekah dan menjaga diri dari meminta. Beliau bersabda: Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberi dan yang di bawah adalah yang meminta
عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ (أَوْ خَيْرُ الصَّدَقَةِ) عَنْ ظَهْرِ غَنِىٍّ. وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى. وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ
Hadits riwayat Hakim bin Hizam Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sedekah yang paling utama atau sedekah yang paling baik adalah sedekah dari harta yang cukup. Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Mulailah dari orang yang engkau tanggung (nafkahnya)
.:SiBart @020512
Belajar Dari Ki Hajar Dewantara
Bicara tentang Ki Hajar Dewantoro, pasti gak jauh-jauh dari pendidikan tapi sebenarnya apa siy definisi dari pendidikan itu sendiri? Menurut wikipedia pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Masih menurut wikipedia, filosofi pendidikan itu biasanya berawal saat seorang bayi sejak dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Nah, untuk itu anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Ki Hajar Dewantara, pendidik asli Indonesia, melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya. Menurutnya manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Sementara pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia, dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang. Menurut Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan kita, hal tersebut menyangkut daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif), dan daya karsa (konatif)). Singkatnya, “educate the head, the heart, and the hand !”
Ajaran Ki Hajar Dewantoro yang sangat populer dan dijadikan semboyan pendidikan kita adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani yang intinya bahwa seorang guru atau pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi orang lain. Guru sebagai pendidik yang merupakan perantara Tuhan maka guru sejati sebenarnya adalah berwatak pandita juga, yaitu mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan membawa keselamatan.
Mau tau lebih dalam ajaran bapak pendidikan kita ini? Yuks, kita selami ajaran beliau kata demi kata :
Ing Ngarso Sun Tulodo
Ing ngarso = didepan / dimuka
Sun = Ingsun = saya
Tulodo = tauladan
Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang guru atau pemimpin atau panutan harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang - orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan.
Ing Madyo Mbangun Karso
Ing Madyo = di tengah-tengah
Mbangun = membangkitan atau menggugah
Karso = bentuk kemauan atau niat
Jadi makna dari kalimat tersebut adalah seorang guru atau pemimpinan atau panutan ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu mereka juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.
Tut Wuri Handayani
Tut = nututi = mengikuti
Wuri = mburi = belakang
Tut Wuri = mengikuti dari belakang
Handayani =berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat
Jadi maksud Tut Wuri Handayani ialah seorang guru atau pemimpin atau panutan harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang - orang disekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat. Dari definisi kebahasaan Tut Wuri Handayani ini dapat kita tafsirkan ke dalam beberapa prinsip yaitu : prinsip kemandirian, prinsip regenerasi, prinsip edukasi dan pembinaan, juga prinsip pengawasan dan pengarahan.
Jadi secara tersirat Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani berarti figur seseorang guru atau pemimpin atau panutan yang baik adalah disamping menjadi suri tauladan atau panutan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang - orang disekitarnya dapat merasa situasi yang baik dan bersahabat . Sehingga kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat.
Akhirnya kita perlu menyadari bahwa tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia muda. Pendidikan hendaknya menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih manusiawi, berguna dan berpengaruh di masyarakatnya, yang bertanggungjawab atas hidup sendiri dan orang lain, yang berwatak luhur dan memiliki keahlian.
Well, teman-teman sebagai seorang yang baik (walaupun mungkin orang lain menganggap kita tidak baik tetapi pasti dari dalam diri kita sendiri ada keinginan untuk menjadi baik dan lebih baik lagi) apapun profesi dan posisi kita dalam kehidupan sehari-hari kita pasti menjadi panutan atau pemimpin, entah itu di kantor, di sekolah, di organisasi atau setidaknya di rumah. Kadang tanpa kita sadari kita adalah guru bagi orang-orang di sekitar kita, baik secara langsung ataupun tidak kita memberikan pendidikan pada mereka. Lalu apakah tindak tanduk dan sikap kita sudah mencerminkan hal-hal yang sudah diajarkan oleh Ki Hajar Dewantoro?
Yuk, sama-sama kita instropeksi diri. Bagi teman-teman yang merasa dirinya sudah seperti itu, syukur alhamdulilllah semoga teman-teman bisa lebih meningkatkan kuwalitas Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani dalam implementasi kehidupan sehari-hari. Sedangkan bagi teman-teman yang merasa belum bisa mengaplikasikannya, don’t worry tidak pernah ada kata terlambat. Ayo bangkit, teman-teman bisa kok. Mari kita sama-sama belajar dari bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantoro, jangan sia-siakan pengorbanan beliau. Kita harus amalkan ilmu yang telah diwariskan beliau pada kita juga pada anak cucu kita kelak. Kalau pinjam istilahnya Bung Karno, “jas merah” jangan lupakan sejarah.
Selamat hari Pendidikan Nasional 2012. Terima kasih kepada seluruh guru-guru di bumi pertiwi. Kalian adalah penerus perjuangan Ki Hajar Dewantara yang nyata....
Namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku
Semua baktimu, akan kuukir, di dalam hatiku
Sbagai prasasti, terimakasihku, tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan,
Engkau laksana embun penyejuk, dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan pembangun insan cendekia”
.:SiBart @020512
[ditulis dalam rangka Hari Pendidikan Nasional]
Tali Sepatu
Tali sepatu selain berguna sebagai pengikat sepatu, bisa juga digunakan sebagai aksesories walaupun secara umum tali sepatu itu terlihat sebagai barang yang “sepele". Biasanya tali sepatu didapat satu paket pada saat beli sepatu tapi ada juga yang dijual terpisah. Nah, untuk tali sepatu yang dijual terpisah harganya sangat bervariasi lho, mulai dari seribu perak per pasangnya untuk yang termurah. Pasti dalam benak kita berpikir bahwa harga sepasang tali sepatu pasti gak mahal-mahal banget. Jangan salah... walaupun barang "sepele” ada tali sepatu termahal yang dibandrol dengan harga US$. 19,000.00 atau Rp. 197.000.000,00. Tali sepatu termahal ini dibuat oleh Colin Hart dari Amerika serikat. Kenapa mahal? karena bahannya terbuat dari emas 24K :-) nah termahal kedua terbuat dari perak dengan harga US$. 3,000.00 atau sekitar Rp. 26.000.000,00 dibuat oleh orang yang sama pula. Gak percaya? silakan dibaca info lengkapnya di : http://infoemas24k.wordpress.com/2012/05/02/ini-dia-tali-sepatu-termahal-didunia-dihargai-rp-197-juta/
Oh iya, baru-baru ini tali sepatu juga digunakan sebagai modus perampokan yaitu untuk mengikat para korban atau sandera, tapi kita gak akan bahas hal tersebut disini. Aniwei buswei, ada aneka cara mengikat tali sepatu supaya bisa bervariasi diantaranya model lurus, silang, kotak-kotak dan lain-lain. Biasanya yang sering digunakan dan yang paling mudah adalah yang model lurus. Nah, untuk anak-anak yang baru belajar biasanya diajarkan yang model lurus kemudian diikat pita, bahkan ada beberapa iklan media elektronik yang menayangkan ketika seorang anak berhasil mengikat tali sepatunya sendiri. Ternyata hal tersebut merupakan sebuah perkembangan anak yang dapat membanggakan untuk sang ibu dan anak itu sendiri.
Nah, sebenernya ini yang mau saya “angkat” pada tulisan ini. Mengikat tali sepatu bukanlah pekerjaan yang mudah bagi seorang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan baru belajar begitu banyak hal diantaranya mengikat tali sepatu. Padahal pada saat sedang digunakan untuk berjalan, bermain atau berlari tali sepatu tersebut bisa saja lepas secara tidak sengaja. Ketika tali sepatu seorang anak yang sedang bermain lepas biasanya anak-anak tidak terlalu memperhatikan sehingga tidak menyadari bahwa tali sepatunya lepas dan mereka terus saja bermain, padahal jika dibiarkan hal ini dapat membahayakan anak tersebut atau bahkan ketika mengetahui bahwa tali sepatunya lepas pun anak-anak ini biasanya sulit atau bingung untuk mengikatnya kembali sehingga mereka tidak aware.
Teman begitu banyak bentuk cinta yang bisa kita berikan kepada orang-orang disekitar kita, diantaranya adalah dengan mengikatkan tali sepatu seorang anak yang lepas ketika mereka sedang bermain dengan teman-temannya. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang kawan saya. Saat kami sedang meluangkan waktu bersama dalam sebuah outbond “Petani Cilik” yang diadakan oleh Rumah Amalia di Tanah Tingal Ciputat, saya melihat kawan saya begitu tulus membantu seorang adik yang tidak menyadari bahwa tali sepatunya lepas ketika sedang bermain bersama teman-temannya. Terkesan dengan kejadian itu dan tak mau kehilangan moment tersebut saya mengabadikannya dengan memotret moment tersebut.
Sepanjang perjalanan dihari itu, rasa syukur saya pada Sang Maha Cinta semakin bertambah karena bisa melihat dan merasakan begitu banyak cinta. Cinta pada sesama kawan, cinta pada anak-anak yang secara “darah” mereka bukan siapa-siapa kami tetapi kami begitu mengasihi mereka seperti bagian dari keluarga kami sendiri, diantaranya prosesi pengikatan tali sepatu. Semoga semakin banyak orang yang pandai bersyukur dengan lebih banyak berbagi cinta pada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan sehingga juga bisa merasakan betapa berharganya hidup ini dan betapa kita tidak sendiri di dunia yang begitu indah ini.
dan ingatlah ketika Allah menyatakan, 'sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti AKU akan menambah (nikmat) kepadamu...' [QS 14 : 7]
sayangilah semua yang ada dimuka bumi, maka seisi langit akan mencintaimu [unknown]
.:SiBart @010512
[mendadak terinspirasi nulis saat edit photo]
Minggu, 22 April 2012
2 x 22 Telah Berlalu
Pagi itu sebelum berangkat kerja seperti biasa aku menyapa dirinya melalui sebuah messanger dan kebetulan di hari itu ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan padanya. Percakapan kamipun berkembang ke berbagai hal hingga akhirnya terpikir untuk sekalian menanyakan pertanyaan yang sudah sering kali aku tanyakan namun selalu terjawab absurd. Beginilah sebagian dari percakapan kami via sebuah messanger :
| aku | Hm.... ngemeng2 apa kita gak mau “nyusul” si Awan menikah biar kala ada yg h*rn* bisa disalurkan ke tempatnya |
| dia | Ahhh... sdh ada kanalnya kok... buat gw lohhh... :-D Gak tahu gmn dng dirimu... :-( Cm bejanda loh.... |
| aku | Tuh kan.... :-( Pasti nge-les dech... :-( |
| dia | Ngeles? Mau dimulai debatnya nihhhhh.... Ahhh... gak usahlah, baru saja kita bs cangbincang yg seruuu kok... |
Memang kalau dirunut-runut, kami itu baru sekitar tujuh hari kembali berkomunikasi setelah hampir tiga minggu kami loss contact atau idle. Ke-idle-an ini pun terjadi karena aku menanyakan hal yang cukup sering aku tanyakan dan seringnya selalu jawaban absurd yang aku terima sehingga aku merasa tidak puas atas ketidak-konsisten-an jawaban darinya. Hm.....mungkin juga dirinya merasa jengah atau terpojok atau merasa tertekan dengan pertanyaanku.
Mau tau apa pertanyaan yang sering aku tanyakan itu? Ya, seperti kebanyakan perempuan pada umumnya, setelah menjalani proses pendekatan dan jalan bersama untuk waktu yang cukup lama walaupun waktu yang cukup lama disini pasti relatif sekali di sini. O ya, hubungan dekat yang sudah kami jalani bersama ini sudah terjalin sejak 15 Mei 2009 dimana menurutku sudah lebih dari cukup untuk meningkatkan status hubungan ke tingkat yang lebih tinggi lagi, naik kelas atau sama-sama menuju tujuan yang sama untuk menjadi tua bersama membentuk keluarga kecil bahagia bersama memuliakan nama-Nya. Untuk itulah aku bisa dibilang cukup sering menanyakan kelanjutan dari hubungan kami, masa mau begini terus kapan mau diresmikan sehingga kami punya cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Penasaran mau tau bagaimana kelanjutan percakapan kami dihari itu? Baiklah, berikut lanjutannya :
| dia | Saya siap u/ hidup sendiri, itu opiniku... Semangat pagi .... sukses u/ hari ini yaaaa.... |
| aku | Jd memang sdh gak ada kemungkinan/harapan yaaa....? Semangat pagi, sukses juga u/ hari ini yaaaa...... |
| dia | Gak ada harapan? Kyknya bkn saya yg tdk berikan hal itu.... Knp topiknya jadi begini yaaa... |
| aku | Bukan dirimu yg tdk berikan hal itu? Jd siapa dunk??? Knp topiknya jd begini? Entahlah mgk memang sdh diatur sm “dalang”nya kalee... |
| dia | Kyknya dikau yg ngotot u/ nikah dng minta spy saya pindah agama. Smtr saya mengusulkan spy kita tetap pd agama kita masing2.... Sbg syarat u/ menikah... *jadijugadebatnya... |
| aku | O itu.... APS YTH..... Tujuan u/ menikah itu adlh membentuk keluarga yg sakinah, mawadah dan warohmah.... Apakah tujuan itu bisa tercapai o/ pernikahan yg beda agama? Jwbnya tidak... Makanya daku selalu memberi waktu u/ dirimu berpikir setiap dirimu mnt waktu... Tapi tampaknya dirimu tdk pernah serius memikirkan hal tsb.... Jujur, sy merasa digantung2.... Malah kdg kepikiran jelek, kl dirimu hny mau mempermainkan gw... Huhhhhh.... Bodohnya gw yaaaa.... ......Silakan kalau mau kasih tanggapan...... Tp nt gw menanggapinya lbh lanjutnya jika sdh jam 12 yaaaa.... * maksudnya pada saat istirahat makan siang |
| dia | Sy tdk pernah py niat u/ membuat dirimu sedih, apalagi mempermainkan dan menggantung status..... Sy kira dirimu sdh tau dimana posisi saya.... Tapi bila memang dirimu butuh kepastian, saya berikan keputusan ini.... Saya tidak mau meninggalkan agama yg sy ikuti, jalani, dan sy geluti sejak sy kecil. Untuk itu, mari kita sadari posisi kita itu. Caranya dgn menghentikan hubungan yg terjadi selama ini. Sy mhn maaf u/ semua kesalahan yang saya buat Saya beruntung bisa kenal secara intim dng dirimu Tapi, bila memang harus berhenti. Maka memang harus berhenti. Demikian... APS... |
Setelah jam istirahat tiba, dengan diawali menyebut nama-Nya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta setelah memikirkan secara komprehensif dan memohon petunjuk pada-Nya dengan hari ikhlas penuh harap berpasrah hati, aku berusaha sekuat tenaga untuk memberi tanggapan sesuai janjiku.
| aku | Innalillahi wa inna ‘illaihirojiun... “sesungguhnya kita semua adalah milik-Nya dan kita semua akan berpulang kepada-Nya”
Jd itu keputusanmu? Baiklah, kl memang itu sdh mjd keputusanmu gw terima dng lapang dada *tp knp gak dr dulu aja siy ? Semoga ini adlh keputusan yg terbaik u/ kita berdua.... Gw jg udh pasrahkan mengenai hubungan kita kepada-Nya.... “.....dengan berserah diri kpd-Nya hati mnjd tentram” FYI hr ini 4 thn yg lalu (22/02/08) gw kehilangan bokap gw.... Well, mgk memang sdh “jln” gw.... Anyway gw mohon maap u/ semua hal2 yg krg berkenan baik yg disengaja maupun yg tdk..... Pd kesempatan ini gw jg mengucapkan terima kasih u/ bny hal yg gak bs gw sebutkan satu per satu.... Gw berdoa u/ kebahagiaan dirimu, sukses selalu yaaaa.... Bismillahirohmanirrohim.... Dng menyebut nama-Nya yg Maha Pemurah dan Maha Penyayang, semoga IA akan segera memberiku penggantimu yg bisa u/ diajak membangun keluarga yg sakinah, mawadah dan warohmah.... PS : uang yg USD. 100, nt gw transfer IDR sbsr yg dulu dikau transfer yaaa |
Demikianlah pembicaraan kami via chatting menggunakam whatsapp messenger di hari itu Rabu 22/02/12 dan merupakan pembicaraan terakhir hingga tulisan ini dibuat. Kalau ditanyakan bagaimana perasaanku saat itu? hmmmm.... tak dapat diungkapkan dengan kata-kata...
Keesokan harinya aku segera mentransfer uang sejumlah yang aku sebutkan diatas ke rekening dirinya, namun entah mengapa aku tidak mengkonfirmasi kepadanya. Mungkin dengan harapan ketika dirinya mengetahui ada dana masuk ke rekeningnya, ia akan segera menghubungi aku tapi ternyata tidak.
Hari ini, saat tulisan ini dibuat genap dua bulan sudah kami tak saling berhubungan dan berkomunikasi. Akankah ini akhir sesungguhnya dari hubungan kami? Haruskah hubungan yang selama ini terjalin dengan begitu indahnya harus berakhir karena perbedaan keyakinan? Dapatkah terjalin lagi? Atau sekedar menjaga tali silaturahmi??? Wallahu’alam bin shawab, hanya Tuhan yang tau apa makna dan tujuan dari semua ini, biarlah Tangan-Nya yang kuasa mengaturnya untuk kami.....
"RABBANA HABLANA MIN AZWAANIA, WA DZURRIYYATINA QURRATA A'YUNIW, WAJ'ALNA LIL MUTTAQIENA IMAAMAA"
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh [2] kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa" (QS 25:74)
“ROBBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WAARITSIN”
“Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik2nya dzat yang mewarisi”
“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”
"ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN”
“Ya Allah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang”
"ROBBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHOIRIN FAQIIR"
"Ya Robb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku” (Q.S. 28 : 24)
“HASBUNALLOOH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR”
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong" (Q.S. 3 : 173 & 8 : 40)
“ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIYYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ‘ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA”
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa”(Q.S. 25 : 74)
.:SiBart @220412:.
Rabu, 18 April 2012
Teringat (Genap) Tiga Tahun Mengenal Dirimu

"...mengenang tiga tahun mengenalmu..."
Semangat pagi, ku gowes si Kuda Merah (sepeda MTB) ku bersama teman-teman menuju TKP untuk survey lokasi. Setibanya di TKP seseorang sambut kami dengan senyum dan keramahan. Sepanjang pagi dan siang Hari Sabtu itu ia temani kami menyusuri pematang sawah, menapaki kebun, keluar masuk perkampungan penduduk. Seseorang tersebut guidance kami dengan penuh kesabaran hingga berakhir di sebuah pos dengan diskusi ringan. Begitulah kejadian di hari itu, tepat satu minggu sebelum hari “h” sebuah event.
Hari demi hari berlalu melewati minggu ke minggu jalani bulan yang satu menuju bulan yang lain hingga bilangan tahun. Hari ini, Rabu 18 April 2012 genap tiga tahun aku mengenalnya, ia mengenalku dan kami saling mengenal :-) sejak hari itu Sabtu, 18 April 2009. Sekedar mengenal saja.
Entah mengapa dihari ini genap tiga tahun perkenalan kami, semua “rekaman” dihari itu menari-nari dalam benakku. Terbayang jelas secara detail tahap demi tahap, mulai awal hingga akhir... tidak ada yang special.
Untuk itulah aku meng-“abadikan”-kan ingatanku tiga tahun yang lalu dengan rangkaian kata. Mungkin tanpa makna, tapi yang pasti meninggalkan kenangan sejak hari itu hingga hari ini dan tanya juga berjuta doa + harapan semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi dirimu dimanapun kau berada, menyayangi dan mencintai dirimu dengan segala cinta-Nya, aminnnn.....
.:SiBart @180412
Rabu, 16 Maret 2011
Beda Persepsi Kok Lama Bener Ya?

Telepon intern ruanganku berbunyi, ternyata si Bos manggil aku untuk ke ruangannya. Seperti biasa si Bos rajin memberi “kuliah” pagi baik padaku maupun pada teman-temanku. Nah, diantara paparan kuliah pagi itu, beliau mengajakku untuk menghadiri sebuah meeting di salah satu kantor client kami di Kawasan Cawang siang harinya.
Meeting siang hari itu, membahasa bahwa kami akan diberikan sebuah proyek “persahabatan”. Perusahaan kami adalah sebuah perusahaan jasa yang bergerak dibidang logistik. Proyek “persahabatan” yang dimaksud adalah pekerjaan customs clearance dan local transport untuk salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Wilayah Sulawesi. Nah, kenapa disebut “persahabatan” karena harga dan kontrak kerjanya diatur oleh pihak tertentu atas kebijaksaan perusahaan tersebut.
Setelah beberapa meeting van rapat kami lalu hingga akhirnya didapat kata sepakat, maka dibuatlah sebuah kontrak atau yang kami sebut Surat Perjanjian Kerjasama antara kontraktor dengan perusahaan kami. Atas dasar kebijakan yang sudah disepakati bersama maka untuk sea freight atau ongkos angkut kapal yang seharusnya dibuat kontrak tersendiri digabung menjadi satu dengan pekerjaan customs clearance dan local transpot hingga SPK tersebut ditandatangani diatas meterei oleh kedua belah pihak.
Singkat cerita, beberapa bulan kemudian cargo sudah finishing dan siap dikirim. Setelah mengalamai beberapa penundaan baik karena libur nasional, kondisi alam atau pengaruh cuaca akhirnya cargo dimuat ke kapal dan berlayarlah kapal tersebut menuju pelabuhan tujuan. Saat kapal meninggalkan pelabuhan asal barulah semua “melek” kontrak (soalnya berkaitan dengan pembayaran niy :-P). Saat saya cek file saya ternyata kami belum memiliki berkas kontrak tersebut, setelah saya telusuri ternyata disposisi terakhir kontrak ada di kontraktor untuk dibubuhi tanda tangan dan stempel.
Dengan penuh keyakinan saya sampaikan mengenai disposisi kontrak kepada kontraktor dan ternyata mereka juga tidak mengetahui dimana keberadaan fisik kontrak tersebut eh malah saya dikirimkan softcopynya via email. Ketika saya tanya dimana keberadaan hardcopynya mereka malah saling lempar. Sempat hampir hopeles dengan keberadaan kontrak tersebut dan sudah sempat minta diprint ulang untuk kemudian ditandatangan ulang, hingga suatu pagi saya mendapat sms dari seorang staf kolega kontraktor tersebut bahwa kontrak yang dimaksud ada di meja kawannya. Saya tersenyum simpul sambil bernafas lega dan mengucap Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga dan tanpa ba bi bu saya suruh kurir kantor untuk segera mengambil kontrak tersebut sebelum hilang tanpa jejak.
Masalah keberadaan dokumen kontrak jelas, menyusul masalah selanjutnya adalah pembayaran. Yang buat saya tidak habis pikir adalah kesepakatan sebelum kontrak tersebut final , karena kurang dari beberapa hari kedatangan kapal di pelabuhan tujuan, pihak pelayaran menagihkan sea freight kepada kami. Jelas sea freight bukan tanggung jawab kami sebagai forwarding dan diluar scope pekerjaan kami. Jika kontraknya digabung, kami beranggapan bahwa itu hanya numpang kontrak, tapi beda dengan maksud dari klien kami karena mereka minta kami untuk menalangi dulu untuk selanjutnya ditagihkan kepada mereka dan pembayaran akan ditagihkan 30 (tiga puluh) hari setelah final invoice diterima. Tau berapa nominal sea freight yang ditagihkan? USD. 305.900,00 sementara berdasarkan history pembayaran klien kami yang satu ini tidak solid, 30 (tiga puluh) hari diatas kerta bisa melar jadi 30 (tiga puluh) hari plus plus. Tentu saja kami tidak mau membantu untuk pre-financial untuk nominal sebesar itu karena pasti akan menganggu likuiditas keuangan perusahaan kami, apalagi beberapa tagihan kami yang sudah sebulan lebih “nginap” disana hingga hari ini belum dibayarkan.
Pada sebuah kesempatan rapat, saya utarakan mengenai hal tersebut juga outstanding kami yang belum terbayarkan lengkap dengan dokumen-dokumen pendukung saya sodorkan dan... “duarrrr” meledaklah amarah pak project manager, sementara pak head procurement sibuk menjelaskan dan dipanggillah orang keuangan, lalu apa yang terjadi? Tak terbayangkan bakal terjadi perang argumentasi dengan oktaf paling tinggi sehingga saya, seorang rekan saya dan dua orang partner kami dari pihak pelayaran kaget dan risih menyaksikan “perdebatan” sengit secara langsung tersebut.
Waktu menunjukan pukul 18.00 WIB kurang 05 menit, mungkin energi bapak-bapak tersebut sudah mulai “menyusut” hingga reda dan berakhir juga dengan beberapa “PR”. Terima kasih Tuhan....
Dalam perjalanan pulang babeh bos telepon saya mempertanyakan hasil meeting tersebut dan dengan detail jelaskan bagaimana diskusi-diskusi yang kami bahas. Keesokan hari sebelum tiba di kantor si babeh bos telepon lagi untuk mengulas hal yang sama dan ketika beliau tiba dikantor, saya langsung buat appointment dengan sekretarisnya minta waktu untuk menghadap bersama rekan saya. Ternyata salah satu staf dari klien kami tersebut telepon beliau dan menyampaikan mengenai pembayaran sea freight sebesar USD. 305.900,00 maka hot topic kali ini adalah wanti-wanti agar saya bisa bertahan bahwa pembayaran sea freight bukanlah tanggung jawab forwarding, kalau shipment-shipment sebelumnya kami membayarkan terlebih dahulu itu karena hanya membantu saja selain nilainya juga tidak terlalu besar. Si babeh bos bingung bagaimana menanggapi hal ini, dan hati kecil sayapun bertanya...kenapa jadi saya yang harus ketumpuan ya? Sementara gak kebayang demmurage kapal sebesar USD. 15.000,00/hari berhubung mereka itu charter kapal laut dengan kapasitas 9.000 ton.
Setelah berbagai email, sms dan telepon mengenai issue tersebut akhirnya saya mendapat kabar yang dapat melegakan yaitu sea freight tersebut akan dibayarkan oleh partner client kami yang dalam project ini berperan sebagai “financial company” dan kontrak akan diubah dimana sea freight akan dipisahkan dari pekerjaan customs clearance dan local transport.
Such several hard days for me... berangkat dari niat baik, saya hanya coba jalani yang terbaik yang bisa saya lalukan tanpa ada keinginan untuk merugikan pihak manapun. Terima kasih Tuhan untuk jalan keluar terbaik yang KAU berikan, hingga tulisan saya kali ini ditutup dengan ucapan ALHAMDULILLAHIROBBIL ‘ALAMIN... segala puji hanya bagi ALLAH...
.: SiBart @160311
Selasa, 15 Maret 2011
Senang, Bingung Juga Sedih

...seperti hari-hari lainnya, aku selalu merindukannya walau kadang terbersit tanya apakah dirinya merindukanku juga seperti aku merindukan dirinya? Tuhan hanya KAU yang tahu...
Sejak komunikasi malam minggu yang lalu kita belum komunikasi lagi, sama sekali.. gak sms, gak saling telpon, gak email juga gak chatting. Dalam lubuk hatiku berpikir mungkin beberapa hari sama sekali tanpa komunikasi akan buat kami semakin rindu sehingga saat berkomunikasi kembali kami bisa saling lepas rindu.
Setelah beberapa hari tak contact dirinya dan begitupun sebaliknya, malam ini dirinya telpon diriku. Kami saling berbagi cerita dan bertanya rencana beberapa hari kedepan. Awalnya obrolan kami berjalan dengan begitu hangatnya walau kadang suaranya suka menjauh dan hilang tapi aku berusaha untuk tetap menjaga kehangatan kami berusaha untuk jujur bahwa aku tidak jelas mendengar suaranya dan minta diulangi atau bertanya mengenai hal yang sedang dibahas, dirinya pun mengulang dan menjawab pertanyaanku dengan berat hati.
Mungkin lelah, emosi atau apalah, makin sering suaranya menjauh dan hilang, main sering aku gak nyambung hingga dirinya mulai mempertanyakan apakah aku masih mau mendengarkan ceritanya, hingga pertanyaan-pertanyaan lain sampai akhirnya dirinya mengungkapkan beberapa kalimat seputar prasangka buruk tentangku. Dirinya berpikir bahwa aku enggan mendengarkan ceritanya, dikira aku sengaja tidak mendengar suaranya, dianggapnya aku tidak fair karena merasa dirinya sudah memberi atensi pada ceritaku sementara aku tidak memberi atensi pada ceritanya, aku dituduh untuk hal-hal yang sama sekali tak terpenah terpikirkan untuk aku lakukan terhadapnya, dll, dll.
Aku tak bisa kontrol emosiku. Aku begitu terperangah, kaget dan shock mendengarnya.. apalagi ketika pembicaraan menjadi panjang lebar keluar dari konteks pembahasan. Jujur aku tidak terima, aku terluka, aku tak kuasa menahan diri.. hanya bisa mendengar dan menjawab dengan suara lirih bahkan terdengar tak jelas. Berulang kali kucoba untuk menjelaskan dengan harapan bisa menetralkan suasana tapi nihil yang kudapat. Sekuat tenaga aku kontrol emosi hanya untuk mengatakan “lebih baik kita sudahi pembicaraan malam ini karena sudah tidak enak lagi” dirinya pun menyetujuinya dan memohon maaf jika sudah menganggu diriku, ingin rasanya menjawab walau hanya dengan satu kata yang terdengar jelas tapi lagi-lagi aku hanya bisa menjawab dengan “EHM” bahkan ucapan selamat malam darinya pun tak mampu lagi untuk ku jawab. Maafkan aku, bukan aku bermaksud tak mau menjawabnya tapi bibirku sudah mampu lagi berkata bagaikan terkunci.
Aku tak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi, kenapa hal ini bisa terjadi. Aku hanya berusaha untuk jujur dan berusaha semampunya untuk menyimak tanpa kehilang satu katapun, sama sekali gak bermaksud untuk tidak menghargai ceritanya apalagi tidak mau mendengarkannya. Berbagai macam pikiran mengapa bisa terjadi dan bagaimana solusinya berkecamuk dalam otak yang bersemayam dikepalaku ini.
Harapanku untuk bisa lepas rindu dengan dirinya sirna sudah. Redupnya malam tanpa bintang mungkin seredup hatiku saat ini. Karena aku belum sempat menjawab kalimat terakhirnya tadi, maka tulisan ini akan aku akhiri dengan ucapan “selamat malam juga, lelaplah tidur dan mimpilah indah” untuk dirinya..
plus berbaris doa...
Tuhan.. dalam hati sendu hamba kembali menghadap-MU dengan dosa-dosa yang telah hamba perbuat baik yang disengaja maupun yang tidak maka ampunilah dosa-dosa hamba
Tuhan.. terima kasih atas segala limpahan rahmat dan berkah yang telah hamba terima hingga saat ini, jadikanlah hamba umat-MU yang selalu pandai untuk bersyukur
Tuhan.. aku yakin KAU tahu apa yang telah terjadi pada malam ini, juga betapa kecewa dan sakitnya aku maka aku mohon berilah aku kekuatan untuk menghadapinya juga jalan keluar yang terbaik atas ketidaknyaman yang telah terjadi
Tuhan.. tolong tunjukanlah yang hak dan yang batil
Tuhan.. dengan cara-MU yang indah mohon sampaikanlah padanya betapa aku menyayanginya bukan hanya dengan hatiku tapi dengan segenap hati-MU yang tak terbatas. Beritahu dirinya bahwa aku gak pernah punya pikiran seperti itu apalagi memang berniat untuk melakukannya. Katakan padanya bahwa aku akan selalu berusaha untuk mendukung dirinya
Tuhan.. terima kasih sudah mendengar sekaligus menjawab doa, kesah dan harapanku. KAU lah sumber kekuatan dan pengharapan bagi diriku
Sekali lagi, terima kasih TUHAN
.: SiBart @150311
Kamis, 18 Maret 2010
Namanya Vovo.....

Sejak babeh bos nyuruh saya cari laptop baru karena laptop yang biasa saya gunakan dipakai teman saya, maka bersama seorang teman kantor namanya Libong yang kebetulan juga adik kelas saya jaman sekolah menengah atas dulu kami hunting bersama ke Ratu Plaza dengan alasan dekat dengan kantor, kebetulan Libong juga mau hunting printer laserjet. Seperti bisa saat hunting saya tidak langsung membeli melainkan mengumpulkan beberapa informasi dan brosur untuk saya review lebih lanjut di rumah.
Tiba di rumah saya langsung review brosur-brosur yang ada dan saya memutuskan untuk membeli laptop dengan merk yang berbeda dengan laptop yang saya pakai sebelumnya. Kali ini pilihan saya jatuh pada LENOVO Ideapad U330 dengan spec processor Intel Core 2 Duo T6600 2,4 Ghz, DDR3 2GB, 320GB, ATI Mobility Radeon HD 3450 , Optical drive DVD RW, 13.3”, Wireless LAN, Webcam dan IMHO harganya relatif murah dengan spec seperti itu, ya worth it lah...
Dengan mantap saya mengajukan kas bon ke bagian keuangan dan setelah uangnya diberikan saya pun langsung pergi ke Ratu Plaza untuk membeli LENOVO Ideapad U330, tapi sayang dari beberapa toko yang saya kunjungi sudah memiliki product tersebut hingga saya hampir putus harapan saya menemukan sebuah toko yang masih memiliki product tersebut tapi entah kenapa tiba-tiba saya ragu untuk langsung membelinya. Saya tanya kiri kanan termasuk mampir ke toko langganan saya untuk bincang-bincang dan telepon beberapa teman yang menurut saya cukup mengerti “binatang” yang satu ini dan mereka menyarankan agar saya bersabar dan menunggu pameran di bulan depan.
Tunggu punya tunggu Mega Bazzar Computer tiba, di hari pertama bersama teman istimewa yang mau sekalian hunting Multi Function Device (MFD) yaitu printer dengan beberapa fungsi seperti print, scan, copy dan fax. Kami mengunjungi hampir setiap stand yang ada dan mencermati product-product yang mereka tawarkan, lagi – lagi kami belum niat langsung membeli melainkan mencari beberapa opini.
Sesampainya di rumah saya mereview beraneka product laptop dari brosur yang memang sengaja saya bawa dan saya memilih 2 (dua) opsi dari begitu banyak opsi yang ada dengan bahan pertimbangan spec, harga dan mobilitas. Diantaranya saya tetap memilih Lenovo Ideapad U330 dan Toshiba Satelite L150-S4017B, nah kalau yang ini punya spec : intel core i3-330 processor 2.13 Ghz, 2GB DDR3 SDRAM, 320GB (SATA) HDD, DVD RW/RAM, 14.0” WXGA HD CSV TFT LED Backlight, built in wb camera, bluetooth V2.1 w/ EDR, Intel HM55.
Setelah tanya kiri kanan maksudnya tanya ke beberapa teman yang cukup mengerti tentang laptop untuk review 2 opsi diatas, saya semakin bingung karena banyaknya pendapat. Ada beberapa pendapat yang memilih toshiba karena performancenya dan ada beberapa yang memilih lenovo karena bandelnya. Dari segi performance memang sebetulnya saya lebih memilih toshiba tapi buat saya kekurangannya adalah terlalu tebal dan berat, kalau saya bawa untuk naik sepeda pasti berasa banget beratnya. Akhirnya setelah saya pikir-pikir dan disesuaikan dengan kebutuhan saya, dimana laptop ini akan sering saya ajak untuk gowes sepeda maka saya memilih lenovo dengan alasan lebih tipis, lebih kecil dan lebih ringan tentunya.
Keesokan harinya saya menelpon teman istimewa saya untuk menjelaskan perihal ini dan ternyata dia juga mau ke JHCC lagi untuk membeli printer MFD dan modem. Kami tidak berangkat bersama-sama, dia berangkat dari rumah dan saya langsung dari kantor. Dalam perjalanan saya sms dirinya, memberitahukan bahwa saya sudah dalam perjalanan dan sekaligus menanyakan mau ketemuan dimananya. Sampai JHCC , sms saya belum terbalaskan, lalu saya menel ponnya tapi tidak terjawab. Saya putuskan untuk menunggu dulu selama beberapa menit di depan loket pembelian tiket. Tunggu punya tunggu, yang ditunggu tak terlihat dan tak bisa dihubungi, akhirnya saya masuk duluan sambil coba terus menghubungi ponselnya.
Saya langsung berjalan menuju both lenovo dan waktu saya tanyakan apa yang saya cari ternyata kata petugasnya, stocknya sudah tidak ada. Saking percayanya sama petugas tersebut, saya langsung putar otak untuk mencari alternatif pengganti sambil coba hubungi teman istimewa saya itu tapi lagi-lagi tak terjawab, saya coba positif thinking bahwa mungkin karena kondisi ramai dan hingar bingar maka dirinya tak mendengar ponselnya berdering. Saya terus berkeliling dari both satu ke both yang lain hingga tak sadar ponsel saya berbunyi dan tak mendengarnya ternyata terdapat report missed call dari dirinya, saya langsung contact balik dan tak terjawab juga. Saya langsung melangkahkan kaki ke both canon dengan harapan dapat bertemu dirinya di tempat itu karena dia mau membeli MFD di tempat itu. Setibanya di sana saya tidak menemukan dirinya hingga saya mendapatkan ponsel saya berdering, aha itu dirinya dengan semangat saya menjawabnya dan menjelaskan dimana posisi saya. Tidak lama kemudian dirinya muncul dan menanyakan apakah saya sudah mendapatkan yang saya cari.
Ternyata dirinya sudah membeli semua yang mau dibeli yaitu modem broadband dan printer MFD. Setelah menitipkan MFD, kami sama-sama ke both lenovo dan pura-pura bego menanyakan lagi type Ideapad U 330 tapi kali ini dengan petugas yang berbeda dan Alhamdulillah ternyata katanya masih ada. Tanpa berpikir panjang, kami langsung menanyakan lebih detail dan melihat fisik barangnya hingga akhirnya transaksi pun terjadi. Kami minta sekalian diinstall OS, office dan lain-lain sebagai bonus, tapi petugasnya menyanggupi melakukan hal itu baru pada Hari Senin. Akhirnya teman istimewa saya menyarankan agar untuk sementara barangnya dititipkan saja untuk diambil di tokonya yang berlokasi di Ratu Plasa pada Hari Senin setelah diinstall OS, office, dan lain-lain... sayapun menyetujuinya dan kami segera beranjak pulang setelah tidak lupa mengambil MFD miliknya tentunya.
Senin sore sepulang kerja bersama seorang teman saya ke Ratu Plaza untuk mengambil laptop yang saya sudah saya beli. Setibanya di toko laptop tersebut, ternyata hampir tutup telat sedikit saja mungkin kami sudah ditinggal, untung kami masih belum terlambat dan untung juga mas petugasnya cukup berbaik hati. Akhirnya setelah dites dan dicek kelengkapannya saya pulang membawa laptop tersebut. Sampai rumah saya cek lagi semua kelengkapan dan fisik barangnya termasuk tes software-software yang sduah diinstal sekaligus membawa manual book yang ada.
Selasa pagi saya membawa laptop baru ini ke kantor dan pagi dalam perjalanan bike to work tiba-tiba saya mendapat ide untuk memberi nama laptop ini VOVO yang diambil dari 2 (dua) huruf terakhir merk laptop ini dan dimuat pengulangan seperti nama panggilan saya yang merupakan pengulangan. Setibanya di kantor ketika saya gunakan VOVO, saya langsung memperkenalkan kepada teman-teman satu ruangan saya “kenalkan penghuni baru ruangan ini, namanya VOVO” dan rata-rata mereka tersenyum bahkan tertawa sambil memberi tanggapan “ada-ada aja mba, pake acara dikasih nama segala” lalu terjadilah percakapan singkat seputar VOVO mulai dari harga, spec, tempat membeli dan lain-lain.
VOVO... merupakan sebuah nama yang lucu dan mudah diingat. Semoga kehadiran VOVO dapat mempermudah tugas saya, menambah kinerja dan produktifitas saya, meledakan kreatifitas saya, singkatnya membantu dan menyenangkan saya seperti namanya yang terdengar menyenangkan. Tak lupa saya haturkan puji dan syukur kepada-Nya untuk karunia yang satu ini, semoga tak membuat saya lalai untuk selalu beribadah kepada-Nya justru dapat meningkatkan semangat dakwah... DAKWAH BIL-QALAM untuk menyeru pada kebaikan dan mencegah yang munkar ... mungkin dakwah lewat tulisan yang merupakan satu dari sekian banyak cita-cita saya, ingin bisa menulis terutama dalam hal spiritual dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bahan referensi sekaligus sumber inspirasi bagi saya, yang sudah saya mulai sejak beberapa bulan lalu. Mudah-mudahan diusia 40 (empat puluh) tahun nanti tulisan-tulisan saya sudah dapat dibukukan, Insya Allah.....
Kamis, 11 Maret 2010
Pagi Yang Indah Untuk Jiwa Yang Cerah

Memulai Jumat pagi dengan B2W via trayek yang tidak biasa dan yang pasti lebih jauh *secara muter2* ajrut-ajrutan di trotoar (makanya untuk mjaga nama komunitas gw ngga pernah mau menggunakan bike tag ataupun atribut B2W lainnya kecuali kalau lagi campaign ya okehlah). Saking asiknya gowes cari sisa-sisa jalan agar tetap melaju diantara kemacetan lalu lintas yang sudah menjadi "sarapan pagi" Ciledug Raya dan sekitarnya sampai tak terasa pda gw jatuh. Untungnya ada polisi yang manggil - manggil "mba2 ada yang jatuh nih" terus diambilin dan dianterin... Alhamdulillah masih rejeki gw. Subhanallah, emang dasar kalau orang baek Insya Allah selalu mendapatkan yang baek-baek :)
Sampai PaUn (baca Pati Unus) sudah banyak srikandi-srikandi dan tak ketinggalan para arjuna B2W yang gw yakin sebagian besar narziz, ya beti (beda tipis) lah dengan gw he3x. Di sana banyak sua kawan-kawan lama yang long time not see dan juga banyak kenalan dengan kawan-kawan baru yang mungkin ngga akan pernah gw kenal kalau ngga join B2W...
Walau sebenarnya belum ingin berpisah dan walau acara pagi ini belum tuntas namun kami sadar kewajiban telah menunggu, hingga kami harus segera berpisah untuk berkarya *maksudnya bikin 'prakarya' di kantor he3x* maka sebagian dari kami bersayonara dan nguler bike to office sampai satu per satu memisahkan diri dari rombongan menclok ke arah kantor masing-masing.
Selain nikmat-nikmat tersebut di atas, pagi ini gw juga menerima motivasi message via sms yang cukup menggugah semangat dari seorang kawan yang juga merupakan seorang motivator ;). Tidak berhenti sampai situ, sampai di kantor ketika telah siap "bertempur" tiba-tiba ada temen yang mendekat dan memberi angpao :? Alhamdulillah... dapat rejeki tak terduga...
After all... terima kasih kepada Allah SWT atas segala limpahan nikmat yang sudah dicurahkan untuk hamba-Mu maupun atas nikmat-nikmat yang belum KAU percayakan pada hamba :), terima kasih kepada B2W yang sudah memberikan begitu banyak hal yang tak dapat disebutkan satu per satu (too much), thank you guyz for all that I couldn't describe... last but not least i also would like to say thanks to myRedHorse yand sudah setia menemani gw menjelajahi aspal, toratoar, bebatuan, tanah, air, rumput, dan kadang-kadang akar pepohonan dalam segala "cuaca" :D
/* Sedikit oase (sori lupa dpt contekan dr mana tapi ada di file gw tp memang u/ dishare kok) :
…dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tak mengerti sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur. [QS : An Nahl - 78]
Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini
Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum maka..... engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatiNya kita semua
Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' [QS:Ibrahim (14) :7 ]
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih :
"Terima kasih, Yaa Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi"
/* Sudah bersyukurkah anda hari ini???
Tanah Airmu, Tanah Airku, Tanah Air Kita

Rindu saat-saat...
Hijau spanjang mata memandang belantara Nusantara...
Birunya awan saat wajah menengadah ke langit luas...
Gemuruh ombak di samudera lepas bebas...
Aku cinta negeri khatulistiwa...
Teriring salam hormat untukmu bumi Pertiwi...
Berkibarlah sang saka merah putih mjulang tinggi di angkasa raya...
*hormat benderaaa grak!!!*
Maka Nikmat Tuhan Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?

Kawan-kawan yang berbahagia, pagi ini ketika saya memegang Al-Quran dan Terjemahannya, saya mengkaji Surat Ar-Rahman [Surah ke 55] dan menghitung ayat-ayat "fabiayyi aalaa i robbikumaa tukadziibaan" yang artinya "maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?"
Tahukah kawan ada berapa ayat yang mengulang kalimat tersebut? Mari kita hitung bersama :
1. Ayat 13
2. Ayat 16
3. Ayat 18
4. Ayat 21
5. Ayat 23
6. Ayat 25
7. Ayat 28
8. Ayat 30
9. Ayat 32
10. Ayat 34
11. Ayat 36
12. Ayat 38
13. Ayat 40
14. Ayat 42
15. Ayat 45
16. Ayat 47
17. Ayat 49
18. Ayat 51
19. Ayat 53
20. Ayat 55
21. Ayat 57
22. Ayat 59
23. Ayat 61
24. Ayat 63
25. Ayat 65
26. Ayat 67
27. Ayat 69
28. Ayat 71
29. Ayat 73
30. Ayat 75
31. Ayat 77
Yupe, semuanya ada 31 ayat (please CMIIW). Wow... Jumlah yang tidak sedikit kalau dilihat isi seluruh Surat Ar-Rahman ini hanya terdiri dari 78 ayat, artinya prosentase ayat tersebut kira-kira 39,74%.
Subhanallah... Allah SWT telah menciptakan Al-Quran dan isinya dengan sedemikian rupa dan begitu banyak perintah, peringatan dan ajakan agar kita pandai-pandai bersyukur. Kawan, pernahkah anda menghitung berapa banyak nikmat yang telah kita terima sejak kita masih dalam rahim ibunda kita tercinta hingga hari ini? Saya pernah mencoba tapi TIDAK PERNAH BISA SELESAI, its uncountable!
Maka Nikmat Tuhan Yang Manakah Yang Kamu Dustakan? Kawan - kawan yang diberi hidayah untuk membaca tulisan ini, semoga kita tidak menjadi orang yang kufur nikmat tetapi masuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur! Amin3x Yaa Allah Yaa Robbal 'Alamin.....
Sebagai tambahan saya kutipkan sedikit dari isi buku The Secret [Rhonda Byrne] sbb :
"syukur adalah jalan yang mutlak untuk mendatangkan lebih banyak kebaikan ke dalam hidup anda" [Marci Shimoff]
Perhatikan juga [QS:Ibrahim (14) :7 ] sbb :
"waidzaa adzaana robbukum lainsyakartum la adzidannakum wala'in kafartum inna adzabiil lasyadiid"
Artinya : dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu'
Baiklah, walau mungkin kawan-kawan sudah pernah membaca tulisan serupa tapi semoga tulisan sederhana yang saya persembahkan dengan cinta ini dapat menjadi oase yang dapat menyejukan kita semua :)
Last but not least mohon maaf jika ada yang kurang berkenan and feels free to CMIIW!
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
/* Note :
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih...
Yaa Allah Yaa Rabb... terima kasih atas sgala nikmat-Mu hingga hari ini hamba msh dapat menghirup 02
Yaa Allah Yaa Rabb... terima kasih karena pagi ini hamba diberi Hidayah untuk membuka dan membaca Kitab-Mu lagi walau tidak banyak. Terima kasih juga atas kesempatan membuat tulisan sederhana ini sehingga hamba bisa saling berbagi
Yaa Allah Yaa Rabb... Terima kasih untuk hari ini yang Insya Allah akan lebih baik dari hari kemarin dan juga untuk hari esok yang lebih baik dari ini (implementasi buku The Secret-nya Rhonda Byrne :D)
After all.. Terima kasih Yaa Allah Yaa Rabb atas segala curahan nikmat tak terhingga
yang sudah dan akan KAU berikan pada hamba baik di dunia dan di akhirat kelak
/* Sudah bersyukurkah anda hari ini? Saya sudah dan semoga begitupun dengan kawan-kawan sekalian :)
Berdamai Dengan Keadaan

Ehm...sebelumnya jujur disini saya rada rancu sama definisi takdir/nasib/keadaan (mungkin kawan-kawan ada yang mau share?!). Whatever, untuk lebih mudahnya dalam hal ini saya akan menggunakan kata keadaan.
Berikut beberapa contoh kasus :
/* Saat kita sedang bersepeda sendiri tidak membawa ban dalam cadangan, tiba-tiba ban sepeda bocor
/* Pasangan hidup yang sudah sangat kita percaya ternyata mengkhianati kita
/* Usia pernikahan sudah cukup lama dan selama itu pula menanti kehadiran si buah hati. Usaha sana sini hingga akhirnya sang istri mengandung, namun baru sekian bulan harus mengalami keguguran
/* Kita sudah tunangan dan sedang mempersiapkan pernikahan, tiba-tiba karena sesuatu hal kita harus berpisah dan jalan masing-masing
/* Kita sudah dikaruniai keluarga harmonis dan bahagia... lalu karena faktor ekonomi, perceraian tidak dapat dihindari
/* Kita sudah buat janji dengan kawan dan tiba-tiba dibatalkan sepihak atau mendadak diundur sedangkan kita sudah mengorbankan hal lain untuk janji tersebut
Dari contoh-contoh kasus tersebut diatas, tentu akan sangat banyak cara pandang dalam menyikapinya. Namun disini saya akan membaginya dalam 2 (dua) kelompok :
1. Yang berdamai dengan keadan
2. Yang tidak berdamai dengan keadaan
Pada kelompok 1 (satu) biasanya orang tersebut akan berpikir positif diantaranya mengontrol emosi, menahan amarah, mencoba flash back review kebelakang, mengevaluasi mengapa hal tersebut bisa terjadi, menganalisa kedepan, mecari jalan keluar terbaik yang menguntungkan semua pihak, berdoa dan berusaha dan sisanya dipasrahkan kepada Tuhan, biar tangan Tuhan yang mengatur.
Berbeda dengan yang diatas yang masuk dalam kelompok 2 (dua) biasanya akan dikuasai oleh emosi... langsung menjudge tanpa dasar, mencari kambing hitam siapa yang salah bahkan mungkin hingga menyalahkan Tuhan, lupa pada tujuan awal/dasar, marah-marah tidak jelas, tidak dapat berpikir secara jernih dan rasional serta membiarkan dirinya menarik aura negatif dari sekitarnya.
Masuk dalam kelompok yang manakah kita? Menurut saya baik itu kelompok 1 (satu) maupun kelompok 2 (dua) adalah pilihan. Kita bebas memilih sebebas kita bernafas menghirup udara, tapi kalau kita punya peluang yang sama... Kenapa tidak memilih untuk masuk dalam kelompok 1 (satu)???
Pagi ini saya mengkaji Alqur'an Surat At-Talaq [65] dan ingin berbagi pada kawan-kawan (terutama yang berkesempatan membaca tulisan ini) sbb :
Wayardzukhu min haisyu laa yahtasib wa mayyaw tawakkal alallahi fahuwa hasbuhuu innallaha baaliqu amrihii kodja'alallahu likulli syai'in qodroon
Artinya : Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang berawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesengguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesengguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS:At-Talaq [65]:3)
Subhanallah... kawan-kawan Allah telah mengingatkan kita untuk selalu bertawakal dan menjanjikan hal-hal indah atas ketawakalan kita, jika kita memilih untuk masuk dalam kelompok 1 (satu), Insya Allah kita termasuk orang-orang yang bertawakal...amin!!!
Seberapa tawakalkah kita? Sudah berdamai dengan keadaankah kita? Mungkin hanya Tuhan dan diri kita sendiri yang mengetahuinya :) just enjoy yours...
...spiRit in tHe morninG...









